MAKALAH
Tanggung Jawab Dalam Kelembagaan Pendidikan
Islam
Disusun
dalam rangka memasuki tugas mata kuliah Ilmu Pendidikan Islam
Dosen : Durtam Sayidi Ag,M.Pd.I

Disusun Oleh :
Nika Ratna Dina (2008108001)
Nur fitria Farhanah
(2008108016)
Siti
Barkatussalsabila (2008108015)
PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI
(PIAUD)
FAKULTAS ILMU TARBIAH DAN KEGURUAN(FITK)
SEMESTER1
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SYEKH NURJATI
CIREBON
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang
telah melimpahkan rahmat dan karunianya,sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini yang berjudul"Tanggung
Jawab Dalam Kelembagaan Pendidikan Islam"tepat pada waktunya.
Adapun tujuan penulisan makalah ini
adalah untuk memenuhi tugas Bapak Dosen Durtam Sayidi Ag,M.Pd.I pada mata kuliah Ilmu
Pendidikan Islam.Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan
bagi kami dan teman teman semua tentang apa itu Tanggung Jawab Dalam
Kelembagaan Pendidikan Islam.
Kami mengucapkan terimakasih kepada bapak Durtam
Sayidi Ag,M.Pd.I selaku dosen Ilmu Pengetahuan Islam yang telah memberikan
tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan kami dan teman teman
semua.
Kami
juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membagi
sebagian pengetahuannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari bahwa
makalah yang kami buat ini masih jauh dari kata sempurna.Oleh karena itu,kritik
dan saran yang membangunkan kami nantikan
demi kesempurnaan makalah ini.
Cirebon, 23 Oktober 2020
kelompok 7
DAFTAR
ISI
Cover.................................................................................................i
Kata Pengantar ..............................................................................ii
Daftar
Isi.....................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang....................................................................1
B.Rumusan
Masalah.......................................................................1
C.Tujuan
Pembahasan................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
A.Penanggung Jawab Pendidikan Islam dalam Keluarga............2
B. Penanggung Jawab Pendidikan Islam dalam Lembaga
Pendidikan...............5
C.Penanggung Jawab Pendidikan Islam dalam Media Massa...................7
D. Penanggung Jawab Pendidikan Islam dalam Pemerintahan...................9
E.Penanggung Jawab Pendidikan Islam dalam Diri Sendiri.......10
BAB III PENUTUP
A.Kesimpulan......................................................................12
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tanggung jawab pendidikan dalam islam
adalah dengan dilaksanakannya kewajiban mendidik .Pengertian mendidik atau
pendidikan dalam pengertian yang umum adalah menumbuhkan dan mengembangkan
potensi jasmaniah dan rohaniyah anak didik atau seseorang untuk mendapatkan
nilai – nilai atau norma – norma tertentu.Kegiatan pendidikan tersebut dapat
berlangsung di dalam keluarga, sekolah , media massa, pemerintah dan diri
sendiri. Lembaga – lembaga tersebut yang ikut bertanggung jawab memberi
pertolongan kepada anak didik atau seseorang dalam perkembangan rohani dan
jasmaniyah agar tercapai tingkat kedewasaan dan mampu berdiri sendiri memenuhi
tugasnya sebagai makhuk Allah , makhluk sosial dan sebagai individu.
B. Rumusan Masalah
1.
Bagaimana tanggung jawab pendidikan islam dalam keluarga ?
2.
Bagaimana tanggung jawab pendidikan islam dalam lembaga pendidikan?
3.
Bagaimana tanggung jawab pendidikan islam dalam media massa ?
4.
Bagaimana tanggung jawab pendidikan islam dalam pemerintah ?
5.
Bagaimana tanggung jawab pendidikan islam dalam diri sendiri?
C. Tujuan Pembahasan Masalah
1.
Menjelaskan tanggung jawab pendidikan islam dalam keluarga.
2.
Menjelaskan tanggung jawab pendidikan islam dalam lembaga pendidikan.
3.
Mendiskripsikan tanggung jawab pendidikan islam dalam media massa.
4.
Menjelaskan tanggung jawab pendidikan islam dalam pemerintah.
5.
Menjelaskan tanggung jawab pendidikan islam dalam diri sendiri
BAB II
PEMBAHASAN
A. Penaggung Jawab Pendidikan Islam dalam
Keluarga
a)
Tanggung Jawab Keluarga terhadap Pendidikan
Orangtua merupakan pendidik pertama dan
utama bagi anak anakmereka,karena merekalah anak mula – mula menerima
pendidikan. Dengan demikian bentuk pertama dari pendidikan terdapat dalam
kehidupan keluarga.
Orangtua itu memegang peranan penting dalam
pendidikan anak – anaknya. Sejak anak dalam kandungan , setelah lahir hingga
dewasa , masih perlu kita bimbing .
Orang tua memegang peranan yang penting dan
amat berpengaruh atas pendidikan anak-anaknya.
Sejak seorang anak lahir, ibunyalah yang selalu ada disampingnya. Ibu
merupakan orang yang mula-mula dikenal anak, yang mula-mula menjadi temannya
dan yang mula-mula dipercayainya. Pengaruh ayah terhadap anaknya besar pula.
Cara ayah itu melakukan pekerjannya sehari-hari berpengaruh pada cara pekerjaan
anaknya. Ayah merupakan penolong utama, lebih-lebih bagi anak yang agak besar,
baik laki-laki maupun perempuan, bila ia mau mendekati dan dapat memahami hati
anaknya.
Tanggung jawab pendidikan islam yang
menjadi beban orang tua sekurang-kurangnya harus dilaksanakan dalam rangka :
1.
Memelihara dan membesarkan anak.
2.
Melindungi dan menjamin kesamaan, baik jasmaniah maupun rohaniah
3.
Memberi pengajaran
4.
Membahagiakan anak
1.
Peran Ibu terhadap Pendidikan anak dalam keluarga
Seorang ibulah yang sebenarnya memegang
peran penting dan mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap pendidikan anak
– anaknya, karena ibulah yang paling lama bergaul dengan anaknya, ibu yang memberi makan, minum,
memelihara dan sebagainya. oleh karena itu, ibu sering mendapat predikat
sebagai pendidik bangsa. Penyair terkenal Hafez Ibrahim pernah menulis :
الأم مدرسة
اذااعددتهااعددت شعبا طيب الاعراق
Ibu adalah sekolah, bila dipersiapka dapat
membentuk bangsa yang baik dan kuat
Dalam kesempatan yang lain ia pernah pula
bersyair :
الأم روض ان تعهده
الحياة اورق ايما ايراق الأم استاذة من الأساتذة الاولى شغلت ماثرهم مدى الافاق
Ibu adalah suatu taman (berisi tanaman yang
indah), bila dipelihara tanaman taman itu maka berdaunlah dengan daun yang
sebagaimana mestinya. Ibu adalah seorang guru dari guru – guru yang utama yang
memberikan bekas sepanjangmasa.
Peranan seorang ibu sesuai dengan fungsi
dan tanggung jawabnya dalam pendidikan anak – anaknya di simpulkan sebagai
berikut :
a.
Sumber dan pemberi rasa kasih sayang
b.
Pengasuh dan pemelihara
c.
Tempat mencurahkan isi hati
d.
Pengatur kehidupan dalam rumah tangga
e.
Pembimbing hubungan pribadi
f.
Pendidik dalam segi – segi emosional
2.
Peranan Ayah terhadap Pendidikan Anak – Anak dalam Keluarga
Fungsi dan tanggung jawab seorang ayah
terhadap pendidikan anak – anak sebagai berikut :
a.
Sumber kekuasaan di dalam keluarga
b.
Penghubung intern keluarga dengan masyarakat atau dunia luar
c.
Pemberi rasa aman bagi seluruh anggaota keluarga
d.
Pelindung terhadap ancaman dari luar
e.
Hakim atau yang mengadili jika terjadi perselisihan
f.
Pendidik dalam segi – segi rasional
Dalam tarikh Bukhari di sebutkan bahwa Nabi
Muhammad saw pernah menerangkan :
مانحل والدولده من
ادب حسن (روه الترمذي)
Tidak ada pemberian yang lebih baik dari
ayah kepada anaknya selain budi pekerti yang baik. (HR. al-Turmudzi)
Ajaran islam memberikan tuntunan atau
bimbingan dalam pendidikan keluarga muslim, yaitu
1.
Sewaktu anak baru lahir hendaklah disuapi dengan sesuatu yang manis,
karena Raslullah saw pernah menyuapi anak yang baru lahir dengan kurma
2.
Sewaktu lahir dibacakan adzan di dekat telinganya yang kanan dan iqamat
di dekat telinganya yang kiri
3.
Memilih nama yang baik bagi anak
4.
Menyembelih kambing untuk aqiqah pada hari yang ketujuh dari kelahiran
bayi tersebut
5.
Perlakuan yang baik dari orang tua terhadap anak-anaknya dengan sikap
yang bijaksana dalam mengasuh, menyuruh dan mendidik mereka sesuai dengan
kemampuan
6.
Perhatian, pemeliharaan dan pencurahan kasih sayang orang tua terhadap
anak – anaknya
7.
Perintah orang tua kepada anaknya – anaknya untuk mendirikan shalat
ketika usia mereka telah mencapai 7 tahun
8.
Perhatian orang tua untuk mendidik dan mengajari anak – anak karena
takut akan siksaan api neraka
9.
Membiasakan anak untuk minta izin kepada orang tua bila hendak masuk
kamar dalam waktu-waktu tertentu, sebelum shubuh, ketika membuka pakaian tengah
hari, dan sesudah shalat isya’, inilah tiga aurat bagimu ( Q.S. al-Nur : 58 )
10. Larangan bagi orang tua mengkutuki anak –
anaknya
11.
Menyebarkan rasa kasih sayang dan menciptakan, melaksanakan kerukunan antar sesama saudara
di dalam rumah
B. Penanggung
Jawab Pendidikan Islam dalam Lembaga Pendidikan
a)
Sekolah
Sekolah sebagai lembaga pendidikan dan
pengajaran telah ada sejak beberapa abad yang lalu, yaitu pada zaman Yunani
Kuno. Kata sekolah berasal dari bahasa yunani Schola yang berarti waktu
menganggur atau waktu senggang. Bangsa Yunani Kuno mempunyai kebiasaan berdiskusi
guna menambah ilmu dan mencerdaskan akal. Lambat laun usaha ini diselenggarakan
secara teratur dan terencana, sehingga akhirnya timbullah sekolah sebagai
lembaga pendidikan formal yang bertugas untuk menambah ilmu pengetahuan dan
kecerdasan akal.
Sekolah atau madrasah adalah adalah lembaga
lembaga yang penting setelah keluarga. Sekolah berfungsi untuk membantu
keluarga menanamkan nilai – nilai pendidikan.
Begitu tinggi nilai dan kewajiban yang
diemban oleh seorang guru yang di bekali dengan sifat-sifat kesucian dan
kehormatan maka Imam Ghazali di dalam kitabnya “Fathihatul Ulum” dan “Ihya
Ulumuddin” menempatkan guru langsung sesudah kedudukan para nabi, sebagaimana
sabda Nabi saw :
ان مدادالعلماء
لخيرمن دماء الشهداء
Tinta para ulama’ lebih baik dari darahnya
para syuhada’
Penyair terkenal Ahmad Syauki melukiskan
keutamaan seorang guru dalam syairnya :
قم للمعلم وفه
التبجيلا – كادالمعلم ان ينكون رسولا
Berdiri dan hormatilah guru serta berilah
ia penghargaan, seorang guru itu hampir saja merupakan seorang Rasul
Jadi, tugas dan tanggung jawab sekolah yang
dikendalikan oleh kepala sekolah dan guru bukanlah hanya menidik kemampuan
membaca, menulis, berhitung, dan lain sebagainya tetapi lebih dari itu yakni
menanamkan sikap yang sesuai dengan tuntutan masyarakat.
Sifat-sifat kepribadian dan kewajiban guru
adalah :
1.
Taqwa kepada Allah swt
2.
Sehat jasmani dan rohani
3.
Berilmu pengetahuan
4.
Mencintai jabatannya sebagai guru
5.
Berwibawa
6.
Bersifat sabar dan ikhlas berkorban
7.
Manusiawi dan bersifat pemaaf
8.
Bersikap adil terhadap semua murid
9.
Periang atau gembira
10.
Dapat bekerja sama dengan orang lain dan masyarakat
Guru adalah pendidik professional,
karenanya secara implisit ia telah merelakan dirinya menerima dan memikul
sebagian tanggung jawab pendidikan yang terpikul dipundak para orang tua.
Dilihat dari ilmu pendidikan Islam, maka secara umum untuk menjadi guru yang
baik dan dan diperkirakan dapat memenuhi tanggung jawab yang dibebankan dengan adanya
hendaknya bertakwa kepada Allah, berilmu, sehat jasmaniahnya, baik berakhlak,
bertanggung jawab dan berjiwa nasional.
Menurut Syahinan Zaini , tanggung jawab
sekolah ini ada dua macam yaitu :
a.
Tanggung jawab yang dibebankan oleh karena pelimpahan sebagian tanggung
jawab orang tua kepada sekolah.
b.
Tanggung jawab yang dibebankan oleh karena tanggung jawab guru sebagai
seorang muslim terhadap muslim lainnya.
b)
Pesantren
Pembangunan manusia, tidak hanya menjadi
tanggung jawab pemerintah atau masyarakat semata-mata, tetapi menjadi tanggung
jawab semua komponen, termasuk dunia pesantren. Pesantren yang telah memiliki
nilai historis dalam membina dan mengembangkan masyarakat.
Proses pengembangan dunia pesantren yang
selain menjadi tanggung jawab internal pesantren, juga harus didukung oleh
perhatian yang serius dari proses pembangunan pemerintah. Meningkatkan dan
mengembangkan peran serta pesantren dalam proses pembangunan merupakan langkah
strategis dalam membangun masyarakat, daerah, bangsa, dan negara. Terlebih,
dalam kondisi yang tengah mengalami krisis (degradasi) moral. Pesantren sebagai
lembaga pendidikan yang membentuk dan mengembangkan nilai-nilai moral, harus
menjadi pelopor sekaligus inspirator pembangkit moral bangsa. Pesantren pada
umumnya bersifat mandiri, tidak tergantung kepada pemerintah atau kekuasaan
yang ada. Pendidikan pondok pesantren yang merupakan bagian dari Sistem
Pendidikan Nasional memiliki 3 unsur utama yaitu: 1) Kyai sebagai pendidik
sekaligus pemilik pondok dan para santri
2) Kurikulum pondok pesantren dandan
3)
Sarana peribadatan dan pendidikan, seperti masjid, rumah kyai, dan pondok,
serta sebagian madrasah .Merujuk pada Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional, posisi dan keberadaan pesantren sebenarnya memiliki
tempat yang istimewa. Namun, kenyataan ini belum disadari oleh mayoritas
masyarakat muslim. Karena kelahiran Undang-undang ini masih amat belia dan
belum sebanding dengan usia perkembangan pesantren di Indonesia.
C. Penanggung Jawab Pendidikan Islam dalam Media
Massa
a.
Tanggung Jawab Masyarakat terhadap Pendidikan
Masyarakat adalah kumpulan individudan
kelompok yang diikat oleh kesatuan budaya, agama, dan pengalaman – pengalaman
yang sama serta memiliki sejumlah penyesuaian dalam ikut memikul tanggung jawab
pendidikan secara bersama – sama . jadi, tanggung jawab masyarakat terhadap
pendidikan adalah bagaimana masing – masing anggota masyarakat ikut menciptakan
suatu sistem pendidikan dalam masyarakatsehingga mendorong masing – masing
anggota masyarakat untuk mendidik dirinya sendiri agar bersedia mendidik
anggota masyarakat lainya.
Masyarakat adalah lembaga ketiga setelah
keluarga dan sekolah untuk memberikan pengaruh dan arahan terhadap pendidikan
anak – anak .Dan menyampaikan isi ajaran Islam walaupun hanya satu ayat
Hal ini sesuai dengan Sabda Nabi Muhammad
Saw :
بلغواعنى ولواية
(رواه البخار
Artinya : Sampaikanlah olehmu apa yang dari
kamu walaupun hanya satu ayat saja.( H.R. Bukhari )
Pendidikan dari masyarakat artinya pendidikan harus memberikan
jawaban bagi kebutuhan masyarakat itu
sendiri. Pendidikan oleh masyarakat artinya bahwa masyarakat bukanlah merupakan
objek pendidikan, untuk melaksanakan kemauan negara atau suatu kelompok
semata-mata, tetapi partisipasi yang aktif dari masyarakat, dimana masyarakat
mempunyai peranan di dalam setiap langkah program pendidikannya. Hal ini
berarti masyarakat bukan sekedar penerima belas kasih dari
pemerintah, tetapi suatu
sistem yang percaya kepada kemampuan masyarakat untuk
bertanggung jawab atas pendidikan generasi mudanya. Masyarakat Islam merupakan
masyarakat yang menjunjung nilai-nilai di antaranya adalah nilai Ketuhanan,
Persaudaraan, Keadilan, Amar ma’ruf nahi munkar, dan Solidaritas. Sebagaimana
dinyatakan dalam Al-Qur’an:
Artinya:
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan
umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah
dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Al-Imron:104)
Artinya:
Sesungguhnya orang-orang beriman itu
bersaudara sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu
itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (Q.S.
Al-Hujurat:10)
Dari ayat tersebut amat jelas bahwa Islam
menjunjung nilai persaudaraan, dimana ada unsur saling mengingatkan, memberi
contoh, agar tercipta lingkungan madani. Oleh karena itu jelaslah bahwa Islam
juga memandang bahwa sebuah masyarakat yang dijiwai nilai-nilai Islam harus
berperan dan bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pendidikan.
D.
Penanggung Jawab Pendidikan Islam dalam Pemerintahan
Pendidikan menjadi tolak ukur maju
mundurnya suatu bangsa dan negara, karena pendidikan merupakan suatu kekuatan
yang mempunyai kewenangan yang besar bagi bangsa dan negara. Di dalam ajaran
islam di kenal adanya sistem pemerintahan mulai dari cara memilih pemimpin,
memimpin masyarakat, membangun bangsa dan negara hingga mencapai negara yang
adil dan makmur. Menurut isyarat al – qur’an dalam surat an-nisa’ ayat 59 maka
orang – orang yang beriman diperintahkan untuk mengikuti perintah yang
mengurusi orang – orang yang beriman. Tanggung jawab utama dari pemerintah
terhadap pendidikan adalah menangani pendidikan yang islami dan disinilah
sebenarnya letak kunci keberhasilan untuk mencapai hidup makmur dan bahagia
bagi seluruh masyarakat.
Tanggung jawab pemerintah ini datang dari
dua jurusan yaitu:
1.
Karena mereka disiplin untuk mengurus urusan rakyat sedangkan urusan rakyat yang paling pokok
ialah pendidikan mereka
2.
Karena masing – masing pribadi pejabat pemerintah itu mempunyai
kewajiban pula untuk menyampaikan ajaran islam walaupun satu ayat.
Hal ini sesuai dengan Sabda Nabi Muhammad Saw :
بلغواعنى ولواية
(رواه البخاري)
Artinya : Sampaikanlah olehmu apa yang dari
kamu walaupun hanya satu ayat saja. H.R Bukhari.
Di dalam Islam dikenal adanya sistem pemerintahan mulai dari cara
memilih pemimpin. Sebagaimana Firman Allah swt :
لايتخذالمؤمنين
الكافرين اولياء من دون المؤمنين
Artinya : Janganlah orang-orang mukmin mengambil
orang-orang kafir menjadi wali.
Sesudah itu Allah memerintahkan kepada orang – orang beriman untuk
mentaati pemerintahan. Sebagaimana difirmankanNya dalam Surat An Nisa’ ayat 59
berbunyi :
ياايهاالذين
امنوااطيعواالله واطيعواالرسول واولى الامرمنكم
Artinya : Hai oran-orang yang beriman,
taatilah Allah dan Rasul (Nya)dan ulil amri diantara kamu.
Kadar manusia beriman diperoleh melalui pendidikan dan karena beriman
mereka taat kepada pemerintahan maka hal ini berarti tanggung jawab yang paling
utama yang harus ditangani oleh pemerintah ialah pendidikan Islam , sebab
disinilah letak kunci hidup makmur dan bahagia bagi seluruh rakyat.
E. Penanggung Jawab Pendidikan Islam dalam Diri
Sendiri
Dengan menggunakan qa’idah fiqih orang
islam dewasa dan berakal sehat disebut mukalaf , ia dibebani syariat .
Sehubungan dengan itu apabila manusia telah mencapai tingkat mukallaf , maka ia
bertanggung jawab sendiri dalam mempelajari dan mengamalkan ajaran agama islam.
Kalau dikaitkan dengan pendidikan , maka orang mukalaf berarti orang yang sudah
dewasa , sehingga sudah semestinya ia bertanggung jawab terhadap apa yang
dikerjakan termasuk apa yang harus ditinggalkan dan apa yang harus dikerjakan.
Petunjuk tentang itu banyak sekali dijumpai
dalam AlQur’an yang berbunyi :
قواانفسكم واههليكم
نارا
Artinya : Jagalah dirimu dan ahlimu dari
api neraka.
ولا تقف ما ليس لك
به علم ان السمع والبصروالفؤادكل اولئك عنه مسىؤلا
Artinya : Dan janganlah kamu turut apa apa
yang tidak kamu ketahui, karena sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan
fu’ad masing-masing akan dimintai pertanggung jawaban.
فسئلوااهل الذكر ان
كنتم لاتعلمون
Artinya : Maka hendaklah kamu bertanya
kepada orang-orang yang mengerti jika kamu tidak tahu.
Dengan ditegaskan tanggung jawab diri
sendiri ini tercegah adanya perlemparan tanggung jawab kepada pihak – pihak
lain lebih dari itu, penegasan itu juga mendorong setiap individu untuk
mengembangkan fitrah dan potensi atau sumber daya insaninya menuju
kesempurnaan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.
Orangtua merupakan pendidik pertama dan utama bagi anak anak
mereka,karena merekalah anak mula – mula menerima pendidikan. Dengan demikian
bentuk tanggung jawab pertama dari pendidikan terdapat dalam kehidupan
keluarga.
2.
Penanggung jawab pendidikan islam dalam lembaga pendidikan :
a.
Sekolah
Sekolah adalah adalah lembaga lembaga yang
penting setelah keluarga. Sekolah berfungsi untuk membantu keluarga menanamkan
nilai – nilai pendidikan.
b.
Pesantren
Pembangunan manusia, tidak hanya menjadi
tanggung jawab pemerintah atau masyarakat semata-mata, tetapi menjadi tanggung
jawab semua komponen, termasuk dunia pesantren.
3.
Tanggung jawab masyarakat terhadap pendidikan adalah bagaimana masing –
masing anggota masyarakat ikut menciptakan suatu sistem pendidikan dalam
masyarakat sehingga mendorong masing – masing anggota masyarakat untuk mendidik
dirinya sendiri agar bersedia mendidik anggota masyarakat lainya.
4.
Tanggung jawab utama dari pemerintah terhadap pendidikan adalah
menangani pendidikan yang islami .
5.
Dengan menggunakan qa’idah fiqih orang islam dewasa dan berakal sehat
disebut mukalaf , ia dibebani syariat . Sehubungan dengan itu apabila manusia
telah mencapai tingkat mukallaf , maka ia bertanggung jawab sendiri dalam
mempelajari dan mengamalkan ajaran agama islam.
DAFTAR
PUSTAKA
Munarji,2004,Ilmu Pendidikan
Islam,Jakarta,PT Bina Ilmu.
Djumransyah.dkk,2007,Pendidikan
Islam,Malang,UIN-Malang Pers.
Daradjat Zakiah,dkk, 2011, Ilmu Pendidikan
Islam, Jakarta, PT Bumi Aksara.
http://lianalin.blogspot.com/2014/01/peran-dan-tanggungjawab-pendidikan-islam.html
di akses pada tanggal 27 Maret 2015 jam
15.00
http://pp-alfatah.blogspot.com/2011/02/pesantren-dalam-sistem-pendidikan.html
di akses pada tanggal 28 Maret 2015 jam 14.00
https://rusdy1.wordpress.com/2009/12/03/tanggung-jawab-pendidikan-dalam-islam/
di akses pada tanggal 27 Maret 2015 jam
14.30
Tidak ada komentar:
Posting Komentar