Jumat, 23 September 2022

KONSEP DASAR TUJUAN DAN KEGUNAAN ILMU PENDIDIKAN ISLAM

 

MAKALAH

KONSEP DASAR TUJUAN DAN KEGUNAAN ILMU PENDIDIKAN ISLAM

Di susun untuk memenuhi tugas

Mata Kuliah: Ilmu Pendidikan Islam

Dosen Pengampu: Durtam Sayidi Ag,M.Pd.I

 

 

Kelompok 1

Disusun oleh :

1.      Reyna Anastasia (2008108007)

2.      Sisiliana Raisyah Rosiana (2008108013)

3.      Choirunnisa (2008108014)

 

Kelas A

PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

IAIN SYEKH NURJATI CIREBON2020


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Segala puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan tugas penulisan makalah mata kuliah bahasa Indonesia tepat waktu. Tidak lupa shalawat serta salam tercurah kepada Rasulullah SAW yang syafa’atnya kita nantikan kelak.

Penulisan makalah berjudul “Konsep Dasar, Tujuan dan Kegunaan Ilmu Pendidikan Islam” dapat diselesaikan karena bantuan banyak pihak. Kami berharap makalah tentang konsep dasar ilmu pendidikan islam ini dapat menjadi referensi bagi pihak yang tertarik. Selain itu, kami juga berharap agar pembaca mendapatkan sudut pandang baru setelah membaca makalah ini.

Penulis menyadari makalah ini masih memerlukan penyempurnaan, terutama pada bagian isi. Kami menerima segala bentuk kritik dan saran pembaca demi penyempurnaan makalah. Apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini, kami mohon maaf.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Akhir kata, semoga makalah Ilmu Pendidikan Islam ini dapat bermanfaat.


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 

 

 

 

Bogor, 12 Oktober  2020

Penulis

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR.. i

DAFTAR ISI. ii

BAB I. 1

PENDAHULUAN.. 1

A.     Latar Belakang. 1

B.     Rumusan Masalah. 2

C.     Tujuan. 2

D.     Manfaat. 2

BAB II. 4

PEMBAHASAN.. 4

A.     Pengertian Tujuan Ilmu Pendidikan islam.. 4

B.     Prinsip pengembangan tujuan pendidikan islam. 5

C.     Tujuan Pendidikan Islam.. 6

D.     Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam.. 9

BAB III. 13

PENUTUP.. 13

A.     KESIMPULAN.. 13

B.     SARAN.. 13

DAFTAR PUSTAKA.. 14


BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Pendidikan merupakan unsur terpenting bagi manusia untuk meningkatkan kadar keimanannya  terhadap Allah SWT, karena orang semakin banyak mengerti tentang dasar-dasar Ilmu pendidikan Islam maka kemungkinan besar mereka akan lebih tahu dan lebih mengerti akan terciptanya seorang hamba yang beriman.  Pendidikan merupakan suatu proses generasi muda untuk dapat menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih efektif dan efisien. Pendidikan Islam adalah usaha merubah tingkah laku individu di dalam kehidupan pribadinya atau kehidupan kemasyarakatannya dan kehidupan dalam alam sekitar melalui proses pendidikan.

Manusia hidup di dunia ini dalam keadaan buta, buta mata karena meski terlihat dia membuka mata tapi tidak sama sekali faham apa yang terjadi dengan kenyataan hidup, untuk bisa mengetahui hakikat hidup yang sebenarnya manusia membutuhkan banyak pengarahan, pendidikan mulai dari lahir sampai dia mati karena pendidikan dalam kehidupan itu tidaklah ada batasnya, maka dari itu pendidikan itu penting, untuk mengetahui apa tujuan dan akan kemana nanti setelah hidup ini berakhir.

Dalam berpendidikan manusia tidaklah langsung bisa menangkap apa itu pendidikan yang sebenarnya, tapi masih membutuhkan banyak sistem, teori, dan berbagai banyak macam sarana penting lainya dalam menuntaskan makna pendidikan dalan kehidupan, dalam berbagai pendidikan yang ada pastilah mempunyai kurikulum tersendiri untuk bisa mengetahui rancangan seperti apa pendidikan yang akan di ajarkan dalam pendidikan itu, dan untuk mempermudah rancangan itu maka diperlukannya sebuah alat atau media agar nantinya tidak hanya tinggal teori dalam menjalankan berbagai keinginan dalam dunia Pendidikan.

Maka dari itu kami menyusun makalah ini dengan tujuan untuk membrikan sedikit penjelasan tentang pengertian, ruang lingkup, dan fungsi ilmu Pendidikan Islam.

 

B.    Rumusan Masalah

1.   Apa Pengertian tujuan Ilmu Pendidikan Islam ?

2.   Apa prinsip pengembangan tujuan pendidikan Islam ?

3.   Apa Tujuan Pendidikan Islam ?

4.   Bagaimana Konsep Ilmu Pendidikan Islam ?

 

C.    Tujuan

Tujuan dari penulisan ini untuk memahami tentang konsep dasar Pendidikan islam

 

D.    Manfaat

Untuk mengetahui wawasan tentang ilmu pendidikan islam


 


BAB II

PEMBAHASAN

A.    Pengertian Tujuan Ilmu Pendidikan islam

Secara etimologi tujuan adalah arah, maksud atau haluan. Secara terminologi, tujuan berarti sesuatu yang diharapkan tercapai setelah sebuah usaha atau kegiatan selesai. Menurut H. M. Arifin bahwa tujuan proses pendidikan Islam adalah idealitas (cita-cita) yang mengandung nilai-nilai Islam yang hendak dicapai dalaam proses pendidikan yang berdasarkan ajaran islam secara bertahap.

Berdasarkan kepada pengertian pendidikan Islam yaitu sebuah proses yang dilakukan untuk menciptakan manusia-manusia yang seutuhnya, beriman dan bertaqwa kepada tuhan serta mampu mewujudkan exsistensinya sebagai khalifah Allah di muka bumi, yang berdasarkan kepada ajaran Al-Qur’an dan Sunnah, maka tujuan dalam konteks ini berarti terciptanya insan-insan kamil setelah proses pendidikan berakhir.

Ada beberapa pendapat para ahli mengenai tujuan pendidikan Islam. Pertama, Ibnu Khaldun berpendapat tujuan pendidikan Islam berorientasi ukhrawi dan duniawi. Pendidikan Islam harus membentuk manusia seorang hamba yang taat kepada Allah dan membentuk manusia yang mampu menghadapi segala bentuk persoalan kehidupan dunia. Kedua, al-Ghazali merumuskan tujuan pendidikan Islam kedalam dua segi, yaitu membentuk insan purna yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah dan menuju kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Menurut al-Ghazali bahwa tujuan pendidikan Islam adalah kesempurnaan manusia di dunia dan akhirat. Manusia dapat mencapai kesempurnaan melalui menggunaan ilmu. Dengan keutamaan tersebut, maka akan memberinya kebahagiaan di dunia serta sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah untuk kebahagiaan yang hakiki.

B.    Prinsip pengembangan tujuan pendidikan islam.

Omar Muhammad al-Toumy Al-Syaibany dalam bukunya “Filsafat Pendidikan Islam” (diterjemahkan oleh Dr. Hasan Langgulung) mengatakan bahwa, ada delapan prinsip dalam mengembangkan tujuan pendidikan Islam, antara lain:

  1. Prinsip Universal (menyeluruh)

Dalam prinsip ini, memperhatikan seluruh aspek kehidupan yang mengitari kehidupan manusia, baik aspek ibadah, akhlak, dan muamalah.

 

  1. Prinsip Keseimbangan dan Kesederhanaan.

Islam memiliki prinsip dasar keseimbangan dalam kehidupan, baik antara dunia dan akhirat, jasmani dan rohani, kepentingan pribadi dan kepentingan umum, dll.

 

  1. Prinsip Kejelasan.

Prinsip yang mengandung ajaran dan hukum yang memberi kejelasan terhadap aspek spiritual dan aspek intelektual manusia.

 

  1. Prinsip Tak Ada Pertentangan.

Pada perinsipnya sebuah sistem didalamnya terdapat berbagai komponen yang saling menunjang dan membantu antara satu sama lain.

 

  1. Prinsip Realisme dan Dapat Dilaksanakan.

Sebuah prinsip yang selalu menjunjung tinggi realitas atau kenyataan dalam kehidupan.

 

  1. Prinsip Perubahan yang Diinginkan.

Yaitu prinsip perubahan jasmaniah, spiritual, intelektual, sosial, psikologis, dan nilai-nilai menuju kearah kesempurnaan.

 

  1. Prinsip Menjaga Perbedaan Antara Individu

Prinsip yang menjaga terhadap perbedaan antara individu, baik dari segi kebutuhan, emosi, tingkat kematangan berfikir, sikap (perilaku) dan mental anak didik.

  1. Prinsip dinamisme dan menerima perubahan serta perkembangan dalam rangka memperbarui metode-metode yang terdapat dalam pendidikan agama

 

C. Tujuan Pendidikan Islam

Menurut Ibnu Taimiyah, sebagaimana yang dikutip oleh Majid ‘Irsan al-Kaylani, tujuan pendidikan Islam tertumpu pada empat aspek, yaitu :

1.    Tercapainya pendidikan tauhid dengan cara mempelajari ayat Allah SWT. Dalam wahyu-Nya dan ayat-ayat fisik (afaq) dan psikis (anfus).

2.    Mengetahui ilmu Allah SWT, melalui pemahaman terhadap kebenaran makhluk-Nya.

3.    Mengetahuai kekuatan (qudrah) Allah SWT melalui pemahaman jenis-jenis, kuantitas,dan kreativitas makhluk-Nya.

4.    Mengetahui apa yang diperbuat Allah SWT, (Sunnah Allah) tentang realitas (alam) dan jenis-jenis perilakunya.

Abdal Rahman Shaleh Abd Allah dalam bukunya,Educational Theory, aQur’anic outlook, menyatakan tujuan pendidikan Islam dapat diklasifikasikan menjadi empat dimensi, yaitu :

1.    Tujuan Pendidikan Jasmani (al-Ahdaf al-Jismiyah)

Mempersiapkan diri manusia sebagai pengemban tugas khalifah di bumi, melalui keterampilan-keterampilan fisik. Ia berpijak pada pendapat dari Imam Nawawi yang menafsirkan “al-qawy” sebagai kekuatan iman yang ditopang oleh kekuatan fisik, (QS.al-Baqarah : 247, al-Anfal :60).

2.    Tujuan Pendidikan Rohani (al-Ahdaf al-Ruhaniyah)

Meningkatkan jiwa dari kesetiaan yang hanya kepada Allah SWT semata dan melaksanakan moralitas Islami yang diteladani oleh Nabi SAW dengan berdasarkan pada cita-cita ideal dalam al-Qur’an (QS. Ali Imran : 19). Indikasi pendidikan rohani adalah tidak bermuka dua ( QS. Al-Baqarah : 10), berupaya memurnikan dan menyucikan diri manuisa secara individual dari sikap negatif (QS al-Baqarah : 126) inilah yang disebut dengan tazkiyah (purification) dan hikmah (wisdom).

 

3.    Tujuan Pendidikan Akal (al-Ahdaf al-Aqliyah)

Pengarahan inteligensi untuk menemukan kebenaran dan sebab-sebabnya dengan telaah tanda-tanda kekuasaan Allah dan menemukan pesan-pesan ayat-ayat-Nya yang berimplikasi kepada peningkatan iman kepada Sang Pencipta. Tahapan akal ini adalah :

a.    Pencapaian kebenaran ilmiah (ilm al-yaqin) (QS. Al-Takastur : 5)

b.    Pencapaian kebenaran empiris (ain al-yaqin) (QS. Al- Takastur : 7)

c.    Pencapaian kebenaran metaempiris atau mungkin lebih tepatnya sebagai kebenaran filosofis (haqq –alyaqin) (QS. Al-Waqiah : 95).

4.    Tujuan Pendidikan Sosial ( al-Ahdaf al-Ijtimaiyah)

Tujuan pendidikan sosial adalah pembentukan kepribadian yang utuh yang menjadi bagian dari komunitas sosial. Identitasindividu disini tercermin sebagai “al-nas” yang hidup pada masyarakat yang plural (majemuk).

Menurut Muhammad Athahiyah al-Abrasy,[9] tujuan pendidiakn Islam adalah tujuan yang telah ditetapkan dan dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW sewaktu hidupnya, yaitu pembentukan moral yang tinggi, karena pendidikan moral merupakan jiwa pendidikan Islam, sekalipun tanpa mengabaikan pendidikan jasmani, akal, dan ilmu praktis. Tujuan tersebut berpijak dari sabda Nabi SAWyang diriwayatkan oleh Malik bin Anas dari Anas bin Malik).

انْما بُعثتُ لأتمم مكارمَ الأخلاق عن انس بن مالك

“Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik”

Menurut al-Ghazali, yang dikutip oleh Fathiyah  Hasan Sulaiman, tujuan umum pendidikan islam tercermin dalam dua segi, yaitu:

1.    Insan purna yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

2.    Insan purna yang bertujuan mendapatkan kebahagiaan hidup didunia dan di akhirat. Pandangan dunia akhirat dalam pandangan al-Ghazali adalah menempatkan kebahagiaan dalam proporsi yang sebenarnya. Kebahagiaan yan lebih emiliki nilai universal, abadi, dan lebih hakiki itulah yang diprioritaskan.

Rumusan tujuan pendidikan Islam yang dihasilkan dari seminar pendidikan Islam sedunia tahun 1980 di Islamabad adalah:

“Education aims at the ballanced growth of total personality of man through the training of man’s spirit, intelect, the rasional self, feeling and bodile sense. Education should , therefore, cater, for the growth of man in all its aspects, spiritual, intelectual, imaginative, physical, scientific, linguistic, both individually and collectivelly, and motivate all these aspects toward goodness and attainment of pefection. The ultimate aim of education lies in the realization of complete submission to Allah on the level of individual, the community and humanity at large”.

Maksudnya, pendidikan seharusnya bertujuan mencapai pertumbuhan yang seimbang dalam kepribadian manusia secara total melalui pelatihan spiritual, kecerdasan, rasio, perasaan, dan pancaindra. Oleh karena itu, pendidikan seharusnya pelayanan bagi pertumbuhan manusia dalam segala aspeknya yang meliputi aspek spiritual, intelektual, imajinasi, fisik, ilmiyah, linguistik, baik secara individu, maupun secara kolektif dan memotifasi semua aspek tersebut kearah kebaikan dan pencapaian kesempurnaan. Tujuan utama pendidikan bertumpu pada terealisasinya ketundukan kepada Allah SWT baik dalam level individu, komunitas, dan manusia secara luas.

Dari beberapa rumusan tujuan diatas, dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah :”terbentuknya insankamil yang didalamnya memiliki wawasan khaffah agar mampu menjalankan tugas-tugas kehambaan, kekhalifahan, dan pewaris nabi”. Tujuan bisa dijabarkan dalam uraian sebagai berikut:

1.    Terbentuknya “insankamil” ( manusia paripurna ) yang mempunyai wajah-wajah qur’ani.

2.    Terciptanya “insankaffah”.

3.    Penyadaran fungsi manusia sebagai hamba, khalifah Allah, serta sebagai pewaris nabi (warasatalanbiya’) dan memberikan bekal yang memadahi dalam rangka pelaksanaan fungsi tersebut.

Tujuan umum adalah tujuan yang akan dicapai dengan semua kegiatan pendidikan baik dengan pengajaran atau dengan cara lain, kita perlu mengintegrasikan nilai-nilai yang terkandung dalam firman-firman Allah SWT dan sabda-sabda Nabi Muhammad SAW, yang menjadi idealitas ajaran Islam yang diwujudkan sebagai pola kepribadian Muslim yang hakiki sesuai tuntutan cita Islam tersebut.

Jadi, tujuan pada pendidikan Islam ialah merealisasikan manusia muslim yang beriman dan bertaqwa serta berilmu pengetahuan, Manusia yang mampu mengabdikan dirinya kepada Khaliknya dengan sikap dan kepribadian bulat yang merujuk kepada penyerahan diri kepada-Nya dalam segala aspek hidupnya, duniawiah, dan ukhrawiah.

 

D.    Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam

Menurut Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Islam adalah kumpulan teori pendidikan berdasarkan ajaran Islam. Isi ilmu adalah teori. Isi ilmu bumi adalah kumpulan teori tentang bumi. Isi ilmu alam adalah kumpulan teori tentang alam. Maka ilmu pendidikan adalah ilmu yang berisi tentang teori-teori pendidikan. Kemudian penambahan kata “Islam” di belakangnya memberikan corak tersendiri yang mengandung makna Islami yakni sesuai dengan ketentuan atau ajaran-ajaran umat Islam.

Secara esensial memang benar bahwa isi ilmu adalah teori, tetapi sebenarnya secara lengkap isi suatu ilmu bukanlah hanya teori. Isi lainnya adalah penjelasan terntang teori itu dan terkadang ada juga data yang mendukung penjelasan itu. Dengan demikian isi ilmu secara lengkap adalah teori, penjelasan teori, dan data yang mendukung penjelasan tersebut. Maka ilmu pendidikan Islam berisi teori pendidikan Islam, penjelasan teori tersebut, dan data yang mendukung penjelasan itu.

Ilmu pendidikan Islam adalah ilmu yang berdasarkan Islam. Apa yang dimaksud dengan Islam? Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dengan berpedoman kepada sumber hukumnya yaitu Al-Qur’an dan Hadits serta akal. Jika demikian, maka ilmu pendidikan Islam adalah ilmu pendidikan yang berdasarkan pada Al-Qur’an, Hadits, dan akal. Penggunaan dasar hokum ini pun harus berurutan, Al-Qur’an, lalu Hadits, dan barulah akal. Bila tidak ada atau kurang jelas di dalam Al-Qur’an, maka harus dicari di dalam hadits, jika masih belum ada atau belum jelas, maka boleh menggunakan akal (pemikiran), tetapi tentu saja tidak boleh bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadits. Oleh karenanya, teori dalam ilmu pendidikan Islam haruslah dilengkapi dengan ayat-ayat Al-Qur’an, Hadits, serta argument akal yang menjamin teori tersebut.

Secara filosofis, hakikat pendidikan adalah penyerapan informasi pengetahuan yang sebanyak-banyaknya dan pengkajian yang mendalam serta uji coba dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pandangan tersebut dapat dipahami bahwa secara epistemologis, pengembangan pendidikan Islam akan berkaitan secara langsung dengan sumber ilmu pengetahuan dan metodologi pengembangannya. Sumber ilmu pengetahuan dalam Islam adalah seluruh firman Allah yang bersifat qauliyah, yakni mukjizat Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih, juga firman Allah yang bersifat kauniyah, yaitu semua ciptaan-Nya yang diyakini sebagai tanda-tanda kebesaran-Nya.

Ilmu pendidikan Islam merupakan sebuah studi tentang proses pendidikan yang berdasarkan nilai-nilai filosofis ajaran Islam dengan sebagai dasarnya adalah sumber hukum Islam yakni Al-Quran dan Sunnah. Dengan kata lain, ilmu pendidikan Islam merupakan ilmu pendidikan yang berdasarkan Islam atau ilmu pendidikan yang berkarakter Islam.

Moh. Roqib menjelaskan, Ilmu pendidikan Islam merupakan sekumpulan teori kependidikan yang berdasarkan konsep dasar agama Islam yang berasal dari hasil telaah secara mendalam terhadap Al-Quran, hadits, serta teori-teori dari bidang keilmuan lain yang selanjutnya diramu secara integratif oleh para pemikir dan tokoh intelektual Islam sehingga menjadi suatu kontruksi teori-teori pendidikan baru yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa ilmu pendidikan Islam merupakan suatu kajian keilmuan yang di dalamnya berisi sekumpulan teori dan data yang telah terintegrasi yang telah mengalami didialogkan dan dijelaskan dengan perspektif Islam. Teori-teori dan konsep dalam ilmu pendidikan Islam tidak hanya harus dapat dipertanggung-jawabkan secara akademik-ilmiah, namun juga harus bisa dipraktekkan atau diaplikasikan secara operasional dalam pendidikan. Oleh karena itu ilmu pendidikan Islam tidak hanya berkutat pada tataran teoritis, namun juga pada tataran praktis.

Sebagai konsep pendidikan yang berlandaskan pada nilai-nilai keislaman, maka tujuan pendidikan islam tidak lepas dari tuntunan yang berasal dari Al-Quran dan sunnah. Tujuan itulah sasaran yang ingin kita capai. Menurut Imam Al-Ghazali, tujuan pendidikan Islam adalah membentuk insan paripurna baik di dunia maupun di akhirat. Pendidikan ditujukan untuk menjadikan manusia semakin dekat dengan Allah SWT. Menurut Al-Ghazali, tujuan dari belajar atau mencari ilmu adalah sebuah bentuk ibadah kepada Allah. Selanjutnya, buah dari ilmu yang dipelajari tersebut akan membawa kedekatan kepada Allah dan meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Menurut Al-Ghazali, manusia akan sampai kepada tingkat kesempurnaan apabila ia menguasai sifat-sifat keutamaan melalui ilmu yang dipelajari. Keutamaan itulah yang pada akhirnya akan membahagiakan di dunia dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. sehingga menjadi bahagia di akhrat kelak. Sedangkan menurut Ibnu Sina, tujuan pendidikan Islam harus diarahkan pada pengembangan seluruh potensi yang dimiliki seseorang ke arah perkembangannya yang sempurna meliputi fisik, intelektual, dan budi pekerti.

Pendidikan Islam merupakan bagian penting dari dinamika pendidikan di Indonesia, mengingat agama Islam merupakan agama mayoritas di negara ini dan bahkan di tingkat Internasional. Islam menaruh perhatian yang sangat besar dalam bidang pendidikan. Sejak zaman Rasulullah SAW sampai saat ini, pendidikan Islam telah mengalami dinamika dan perkembangan yang sangat pesat. Secara umum, Pendidikan Islam adalah usaha sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, dan mengimani ajaran agama islam yang disertai dengan tuntunan saling menghormati penganut agama lain dalam konteks kerukunan antar umat beragama guna mewujudkan kesatuan dan persatuan bangsa.


 

BAB III

PENUTUP

A.   KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan sebagaimana telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa ilmu pendidikan adalah ilmu yang berisi tentang teori-teori pendidikan dasarnya pendidikan, kemudian penambahan kata “Islam” di belakangnya memberikan corak tersendiri yang mengandung makna islami yakni sesuai dengan ketentuan atau ajaran-ajaran umat islam. Sedangkan ilmu pendidikan islam adalah ilmu yang berdasarkan islam, agama yang di bawa oleh Nabi Muhammad SAW dengan berpedoman kepada sumber hukumnya yaitu al-qur’an dan hadits. Dan pendidikan islam juga merupakan bagian yang terpenting dari dinamika pendidikan di Indonesia, terlebih di negara Indonesia mayoritas  peduduk nya beragama Islam.

Tujuan pada pendidikan Islam ialah merealisasikan manusia muslim yang beriman dan bertaqwa serta berilmu pengetahuan, Manusia yang mampu mengabdikan dirinya kepada Khaliknya dengan sikap dan kepribadian bulat yang merujuk kepada penyerahan diri kepada-Nya dalam segala aspek hidupnya, duniawiah, dan ukhrawiah.

B.    SARAN

Pendidikan perlu dipahami semua pihak sebagai proses yang harus dilalui setiap individu dalam memberdayakan dirinya sendiri yang akan bermanfaat bagi dirinya dan orang banyak. Pendidikan perlu dipahami sebagai kebutuhan setiap individu, untuk memaksimalkan pemahamannya maka sebaiknya kita semua memahami aspek-aspek pendidikan dari sisi individu serta sosial budaya, sehingga dalam proses pendidikan atau mendidik nanti kita bisa memaksimalkan sumber daya yang ada untuk menciptakan pendidikan yang lebih baik. Dan kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna, maka dari itu para pembaca mohon kritik dan sarannya untuk perbaikan kami pada makalah selanjutnya.


DAFTAR PUSTAKA

Ahmad. 2019. Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Henry, Dany.2019. Makalah Islam. Diambil pada 12 oktober 2020 (http://islammakalah.blogspot.com/p/blog-page_9844.html)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar