MAKALAH
KONSEP
DASAR TUJUAN DAN KEGUNAAN ILMU PENDIDIKAN ISLAM
Di
susun untuk memenuhi tugas
Mata
Kuliah: Ilmu Pendidikan Islam
Dosen
Pengampu: Durtam Sayidi Ag,M.Pd.I

Kelompok
1
Disusun
oleh :
1. Reyna Anastasia (2008108007)
2. Sisiliana Raisyah Rosiana (2008108013)
3. Choirunnisa (2008108014)
Kelas
A
PENDIDIKAN
ISLAM ANAK USIA DINI
FAKULTAS
ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
IAIN
SYEKH NURJATI CIREBON2020
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Segala puji syukur kami
panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan karunia-Nya, kami dapat
menyelesaikan tugas penulisan makalah mata kuliah bahasa Indonesia tepat waktu.
Tidak lupa shalawat serta salam tercurah kepada Rasulullah SAW yang syafa’atnya
kita nantikan kelak.
Penulisan makalah
berjudul “Konsep Dasar, Tujuan dan Kegunaan Ilmu Pendidikan Islam” dapat
diselesaikan karena bantuan banyak pihak. Kami berharap makalah tentang konsep
dasar ilmu pendidikan islam ini dapat menjadi referensi bagi pihak yang
tertarik. Selain itu, kami juga berharap agar pembaca mendapatkan sudut pandang
baru setelah membaca makalah ini.
Penulis menyadari
makalah ini masih memerlukan penyempurnaan, terutama pada bagian isi. Kami
menerima segala bentuk kritik dan saran pembaca demi penyempurnaan makalah.
Apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini, kami mohon maaf.
Demikian yang dapat kami
sampaikan. Akhir kata, semoga makalah Ilmu Pendidikan Islam ini dapat
bermanfaat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bogor, 12 Oktober 2020
Penulis
DAFTAR
ISI
A. Pengertian Tujuan Ilmu Pendidikan islam
B. Prinsip pengembangan tujuan pendidikan islam.
D. Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan
unsur terpenting bagi manusia untuk meningkatkan kadar keimanannya terhadap Allah SWT, karena orang semakin
banyak mengerti tentang dasar-dasar Ilmu pendidikan Islam maka kemungkinan
besar mereka akan lebih tahu dan lebih mengerti akan terciptanya seorang hamba
yang beriman. Pendidikan merupakan suatu
proses generasi muda untuk dapat menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan
hidupnya secara lebih efektif dan efisien. Pendidikan Islam adalah usaha
merubah tingkah laku individu di dalam kehidupan pribadinya atau kehidupan
kemasyarakatannya dan kehidupan dalam alam sekitar melalui proses pendidikan.
Manusia hidup di dunia
ini dalam keadaan buta, buta mata karena meski terlihat dia membuka mata tapi
tidak sama sekali faham apa yang terjadi dengan kenyataan hidup, untuk bisa
mengetahui hakikat hidup yang sebenarnya manusia membutuhkan banyak pengarahan,
pendidikan mulai dari lahir sampai dia mati karena pendidikan dalam kehidupan
itu tidaklah ada batasnya, maka dari itu pendidikan itu penting, untuk
mengetahui apa tujuan dan akan kemana nanti setelah hidup ini berakhir.
Dalam berpendidikan
manusia tidaklah langsung bisa menangkap apa itu pendidikan yang sebenarnya,
tapi masih membutuhkan banyak sistem, teori, dan berbagai banyak macam sarana
penting lainya dalam menuntaskan makna pendidikan dalan kehidupan, dalam
berbagai pendidikan yang ada pastilah mempunyai kurikulum tersendiri untuk bisa
mengetahui rancangan seperti apa pendidikan yang akan di ajarkan dalam
pendidikan itu, dan untuk mempermudah rancangan itu maka diperlukannya sebuah alat
atau media agar nantinya tidak hanya tinggal teori dalam menjalankan berbagai
keinginan dalam dunia Pendidikan.
Maka dari itu kami
menyusun makalah ini dengan tujuan untuk membrikan sedikit penjelasan tentang
pengertian, ruang lingkup, dan fungsi ilmu Pendidikan Islam.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian tujuan Ilmu Pendidikan
Islam ?
2. Apa prinsip pengembangan tujuan pendidikan Islam ?
3. Apa Tujuan Pendidikan Islam ?
4. Bagaimana Konsep Ilmu Pendidikan Islam ?
C. Tujuan
Tujuan dari
penulisan ini untuk memahami tentang konsep dasar Pendidikan islam
D. Manfaat
Untuk mengetahui wawasan
tentang ilmu pendidikan islam
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Tujuan Ilmu Pendidikan islam
Secara etimologi tujuan adalah arah, maksud
atau haluan. Secara terminologi, tujuan berarti sesuatu yang diharapkan
tercapai setelah sebuah usaha atau kegiatan selesai. Menurut H. M. Arifin bahwa
tujuan proses pendidikan Islam adalah idealitas (cita-cita) yang mengandung
nilai-nilai Islam yang hendak dicapai dalaam proses pendidikan yang berdasarkan
ajaran islam secara bertahap.
Berdasarkan kepada pengertian pendidikan Islam
yaitu sebuah proses yang dilakukan untuk menciptakan manusia-manusia yang
seutuhnya, beriman dan bertaqwa kepada tuhan serta mampu mewujudkan
exsistensinya sebagai khalifah Allah di muka bumi, yang berdasarkan kepada
ajaran Al-Qur’an dan Sunnah, maka tujuan dalam konteks ini berarti terciptanya insan-insan
kamil setelah proses pendidikan berakhir.
Ada
beberapa pendapat para ahli mengenai tujuan pendidikan Islam. Pertama, Ibnu
Khaldun berpendapat tujuan pendidikan Islam berorientasi ukhrawi dan duniawi.
Pendidikan Islam harus membentuk manusia seorang hamba yang taat kepada Allah
dan membentuk manusia yang mampu menghadapi segala bentuk persoalan kehidupan
dunia. Kedua, al-Ghazali merumuskan tujuan pendidikan Islam kedalam dua segi,
yaitu membentuk insan purna yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah dan
menuju kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Menurut al-Ghazali bahwa tujuan
pendidikan Islam adalah kesempurnaan manusia di dunia dan akhirat. Manusia
dapat mencapai kesempurnaan melalui menggunaan ilmu. Dengan keutamaan tersebut,
maka akan memberinya kebahagiaan di dunia serta sebagai jalan untuk mendekatkan
diri kepada Allah untuk kebahagiaan yang hakiki.
B. Prinsip pengembangan tujuan
pendidikan islam.
Omar Muhammad al-Toumy Al-Syaibany
dalam bukunya “Filsafat Pendidikan Islam” (diterjemahkan oleh
Dr. Hasan Langgulung) mengatakan bahwa, ada delapan prinsip dalam mengembangkan
tujuan pendidikan Islam, antara lain:
- Prinsip Universal (menyeluruh)
Dalam prinsip ini, memperhatikan seluruh aspek kehidupan yang
mengitari kehidupan manusia, baik aspek ibadah, akhlak, dan muamalah.
- Prinsip Keseimbangan dan
Kesederhanaan.
Islam memiliki prinsip dasar keseimbangan dalam kehidupan, baik
antara dunia dan akhirat, jasmani dan rohani, kepentingan pribadi dan
kepentingan umum, dll.
- Prinsip Kejelasan.
Prinsip yang mengandung ajaran dan hukum yang memberi kejelasan
terhadap aspek spiritual dan aspek intelektual manusia.
- Prinsip
Tak Ada Pertentangan.
Pada perinsipnya sebuah sistem didalamnya terdapat berbagai
komponen yang saling menunjang dan membantu antara satu sama lain.
- Prinsip Realisme dan Dapat
Dilaksanakan.
Sebuah prinsip yang selalu menjunjung tinggi realitas atau
kenyataan dalam kehidupan.
- Prinsip Perubahan yang
Diinginkan.
Yaitu prinsip perubahan jasmaniah, spiritual, intelektual,
sosial, psikologis, dan nilai-nilai menuju kearah kesempurnaan.
- Prinsip Menjaga Perbedaan
Antara Individu
Prinsip yang menjaga terhadap perbedaan antara individu, baik
dari segi kebutuhan, emosi, tingkat kematangan berfikir, sikap (perilaku)
dan mental anak didik.
- Prinsip
dinamisme dan menerima perubahan serta perkembangan dalam rangka
memperbarui metode-metode yang terdapat dalam pendidikan agama
C. Tujuan Pendidikan Islam
Menurut
Ibnu Taimiyah, sebagaimana yang dikutip oleh Majid ‘Irsan al-Kaylani, tujuan
pendidikan Islam tertumpu pada empat aspek, yaitu :
1. Tercapainya pendidikan tauhid dengan cara
mempelajari ayat Allah SWT. Dalam wahyu-Nya dan ayat-ayat fisik (afaq) dan
psikis (anfus).
2. Mengetahui ilmu Allah SWT, melalui pemahaman
terhadap kebenaran makhluk-Nya.
3. Mengetahuai kekuatan (qudrah) Allah SWT
melalui pemahaman jenis-jenis, kuantitas,dan kreativitas makhluk-Nya.
4. Mengetahui apa yang diperbuat Allah SWT,
(Sunnah Allah) tentang realitas (alam) dan jenis-jenis perilakunya.
Abdal Rahman
Shaleh Abd Allah dalam bukunya,Educational Theory, aQur’anic outlook,
menyatakan tujuan pendidikan Islam dapat diklasifikasikan menjadi empat
dimensi, yaitu :
1. Tujuan Pendidikan Jasmani (al-Ahdaf
al-Jismiyah)
Mempersiapkan diri
manusia sebagai pengemban tugas khalifah di bumi, melalui
keterampilan-keterampilan fisik. Ia berpijak pada pendapat dari Imam Nawawi
yang menafsirkan “al-qawy” sebagai kekuatan iman yang ditopang oleh kekuatan
fisik, (QS.al-Baqarah : 247, al-Anfal :60).
2. Tujuan Pendidikan Rohani (al-Ahdaf
al-Ruhaniyah)
Meningkatkan jiwa
dari kesetiaan yang hanya kepada Allah SWT semata dan melaksanakan moralitas
Islami yang diteladani oleh Nabi SAW dengan berdasarkan pada cita-cita ideal
dalam al-Qur’an (QS. Ali Imran : 19). Indikasi pendidikan rohani adalah tidak
bermuka dua ( QS. Al-Baqarah : 10), berupaya memurnikan dan menyucikan diri
manuisa secara individual dari sikap negatif (QS al-Baqarah : 126) inilah yang
disebut dengan tazkiyah (purification) dan hikmah (wisdom).
3. Tujuan Pendidikan Akal (al-Ahdaf
al-Aqliyah)
Pengarahan
inteligensi untuk menemukan kebenaran dan sebab-sebabnya dengan telaah
tanda-tanda kekuasaan Allah dan menemukan pesan-pesan ayat-ayat-Nya yang
berimplikasi kepada peningkatan iman kepada Sang Pencipta. Tahapan akal ini
adalah :
a. Pencapaian kebenaran ilmiah (ilm al-yaqin)
(QS. Al-Takastur : 5)
b. Pencapaian kebenaran empiris (ain al-yaqin)
(QS. Al- Takastur : 7)
c. Pencapaian kebenaran metaempiris atau
mungkin lebih tepatnya sebagai kebenaran filosofis (haqq –alyaqin) (QS.
Al-Waqiah : 95).
4. Tujuan Pendidikan Sosial ( al-Ahdaf
al-Ijtimaiyah)
Tujuan pendidikan
sosial adalah pembentukan kepribadian yang utuh yang menjadi bagian dari
komunitas sosial. Identitasindividu disini tercermin sebagai “al-nas” yang
hidup pada masyarakat yang plural (majemuk).
Menurut Muhammad
Athahiyah al-Abrasy,[9] tujuan pendidiakn Islam adalah tujuan yang telah
ditetapkan dan dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW sewaktu hidupnya, yaitu
pembentukan moral yang tinggi, karena pendidikan moral merupakan jiwa
pendidikan Islam, sekalipun tanpa mengabaikan pendidikan jasmani, akal, dan
ilmu praktis. Tujuan tersebut berpijak dari sabda Nabi SAWyang diriwayatkan
oleh Malik bin Anas dari Anas bin Malik).
انْما
بُعثتُ لأتمم مكارمَ الأخلاق عن انس بن مالك
“Aku diutus untuk
menyempurnakan akhlak yang baik”
Menurut
al-Ghazali, yang dikutip oleh Fathiyah
Hasan Sulaiman, tujuan umum pendidikan islam tercermin dalam dua segi,
yaitu:
1. Insan purna yang bertujuan mendekatkan diri
kepada Allah SWT.
2. Insan purna yang bertujuan mendapatkan
kebahagiaan hidup didunia dan di akhirat. Pandangan dunia akhirat dalam
pandangan al-Ghazali adalah menempatkan kebahagiaan dalam proporsi yang
sebenarnya. Kebahagiaan yan lebih emiliki nilai universal, abadi, dan lebih
hakiki itulah yang diprioritaskan.
Rumusan
tujuan pendidikan Islam yang dihasilkan dari seminar pendidikan Islam sedunia
tahun 1980 di Islamabad adalah:
“Education aims at
the ballanced growth of total personality of man through the training of man’s
spirit, intelect, the rasional self, feeling and bodile sense. Education should
, therefore, cater, for the growth of man in all its aspects, spiritual,
intelectual, imaginative, physical, scientific, linguistic, both individually
and collectivelly, and motivate all these aspects toward goodness and
attainment of pefection. The ultimate aim of education lies in the realization
of complete submission to Allah on the level of individual, the community and
humanity at large”.
Maksudnya,
pendidikan seharusnya bertujuan mencapai pertumbuhan yang seimbang dalam
kepribadian manusia secara total melalui pelatihan spiritual, kecerdasan,
rasio, perasaan, dan pancaindra. Oleh karena itu, pendidikan seharusnya pelayanan
bagi pertumbuhan manusia dalam segala aspeknya yang meliputi aspek spiritual,
intelektual, imajinasi, fisik, ilmiyah, linguistik, baik secara individu,
maupun secara kolektif dan memotifasi semua aspek tersebut kearah kebaikan dan
pencapaian kesempurnaan. Tujuan utama pendidikan bertumpu pada terealisasinya
ketundukan kepada Allah SWT baik dalam level individu, komunitas, dan manusia
secara luas.
Dari
beberapa rumusan tujuan diatas, dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan Islam
adalah :”terbentuknya insankamil yang didalamnya memiliki wawasan khaffah agar
mampu menjalankan tugas-tugas kehambaan, kekhalifahan, dan pewaris nabi”.
Tujuan bisa dijabarkan dalam uraian sebagai berikut:
1. Terbentuknya “insankamil” ( manusia
paripurna ) yang mempunyai wajah-wajah qur’ani.
2. Terciptanya “insankaffah”.
3. Penyadaran fungsi manusia sebagai hamba,
khalifah Allah, serta sebagai pewaris nabi (warasatalanbiya’) dan memberikan
bekal yang memadahi dalam rangka pelaksanaan fungsi tersebut.
Tujuan umum adalah
tujuan yang akan dicapai dengan semua kegiatan pendidikan baik dengan
pengajaran atau dengan cara lain, kita perlu mengintegrasikan nilai-nilai yang
terkandung dalam firman-firman Allah SWT dan sabda-sabda Nabi Muhammad SAW,
yang menjadi idealitas ajaran Islam yang diwujudkan sebagai pola kepribadian
Muslim yang hakiki sesuai tuntutan cita Islam tersebut.
Jadi, tujuan pada pendidikan Islam ialah merealisasikan manusia
muslim yang beriman dan bertaqwa serta berilmu pengetahuan, Manusia yang mampu
mengabdikan dirinya kepada Khaliknya dengan sikap dan kepribadian bulat yang
merujuk kepada penyerahan diri kepada-Nya dalam segala aspek hidupnya,
duniawiah, dan ukhrawiah.
D. Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam
Menurut
Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Islam adalah kumpulan teori pendidikan
berdasarkan ajaran Islam. Isi ilmu adalah teori. Isi ilmu bumi adalah kumpulan
teori tentang bumi. Isi ilmu alam adalah kumpulan teori tentang alam. Maka ilmu
pendidikan adalah ilmu yang berisi tentang teori-teori pendidikan. Kemudian
penambahan kata “Islam” di belakangnya memberikan corak tersendiri yang
mengandung makna Islami yakni sesuai dengan ketentuan atau ajaran-ajaran umat
Islam.
Secara
esensial memang benar bahwa isi ilmu adalah teori, tetapi sebenarnya secara
lengkap isi suatu ilmu bukanlah hanya teori. Isi lainnya adalah penjelasan
terntang teori itu dan terkadang ada juga data yang mendukung penjelasan itu.
Dengan demikian isi ilmu secara lengkap adalah teori, penjelasan teori, dan
data yang mendukung penjelasan tersebut. Maka ilmu pendidikan Islam berisi
teori pendidikan Islam, penjelasan teori tersebut, dan data yang mendukung
penjelasan itu.
Ilmu
pendidikan Islam adalah ilmu yang berdasarkan Islam. Apa yang dimaksud dengan
Islam? Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dengan berpedoman
kepada sumber hukumnya yaitu Al-Qur’an dan Hadits serta akal. Jika demikian,
maka ilmu pendidikan Islam adalah ilmu pendidikan yang berdasarkan pada
Al-Qur’an, Hadits, dan akal. Penggunaan dasar hokum ini pun harus berurutan,
Al-Qur’an, lalu Hadits, dan barulah akal. Bila tidak ada atau kurang jelas di
dalam Al-Qur’an, maka harus dicari di dalam hadits, jika masih belum ada atau
belum jelas, maka boleh menggunakan akal (pemikiran), tetapi tentu saja tidak
boleh bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadits. Oleh karenanya, teori dalam
ilmu pendidikan Islam haruslah dilengkapi dengan ayat-ayat Al-Qur’an, Hadits,
serta argument akal yang menjamin teori tersebut.
Secara
filosofis, hakikat pendidikan adalah penyerapan informasi pengetahuan yang
sebanyak-banyaknya dan pengkajian yang mendalam serta uji coba dan penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pandangan tersebut dapat dipahami bahwa
secara epistemologis, pengembangan pendidikan Islam akan berkaitan secara
langsung dengan sumber ilmu pengetahuan dan metodologi pengembangannya. Sumber
ilmu pengetahuan dalam Islam adalah seluruh firman Allah yang bersifat
qauliyah, yakni mukjizat Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih, juga firman Allah
yang bersifat kauniyah, yaitu semua ciptaan-Nya yang diyakini sebagai
tanda-tanda kebesaran-Nya.
Ilmu
pendidikan Islam merupakan sebuah studi tentang proses pendidikan yang
berdasarkan nilai-nilai filosofis ajaran Islam dengan sebagai dasarnya adalah
sumber hukum Islam yakni Al-Quran dan Sunnah. Dengan kata lain, ilmu pendidikan
Islam merupakan ilmu pendidikan yang berdasarkan Islam atau ilmu pendidikan
yang berkarakter Islam.
Moh.
Roqib menjelaskan, Ilmu pendidikan Islam merupakan sekumpulan teori
kependidikan yang berdasarkan konsep dasar agama Islam yang berasal dari hasil
telaah secara mendalam terhadap Al-Quran, hadits, serta teori-teori dari bidang
keilmuan lain yang selanjutnya diramu secara integratif oleh para pemikir dan
tokoh intelektual Islam sehingga menjadi suatu kontruksi teori-teori pendidikan
baru yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Lebih lanjut ia menjelaskan
bahwa ilmu pendidikan Islam merupakan suatu kajian keilmuan yang di dalamnya
berisi sekumpulan teori dan data yang telah terintegrasi yang telah mengalami
didialogkan dan dijelaskan dengan perspektif Islam. Teori-teori dan konsep
dalam ilmu pendidikan Islam tidak hanya harus dapat dipertanggung-jawabkan
secara akademik-ilmiah, namun juga harus bisa dipraktekkan atau diaplikasikan
secara operasional dalam pendidikan. Oleh karena itu ilmu pendidikan Islam
tidak hanya berkutat pada tataran teoritis, namun juga pada tataran praktis.
Sebagai
konsep pendidikan yang berlandaskan pada nilai-nilai keislaman, maka tujuan
pendidikan islam tidak lepas dari tuntunan yang berasal dari Al-Quran dan
sunnah. Tujuan itulah sasaran yang ingin kita capai. Menurut Imam Al-Ghazali,
tujuan pendidikan Islam adalah membentuk insan paripurna baik di dunia maupun
di akhirat. Pendidikan ditujukan untuk menjadikan manusia semakin dekat dengan
Allah SWT. Menurut Al-Ghazali, tujuan dari belajar atau mencari ilmu adalah
sebuah bentuk ibadah kepada Allah. Selanjutnya, buah dari ilmu yang dipelajari
tersebut akan membawa kedekatan kepada Allah dan meraih kebahagiaan hidup di
dunia dan akhirat. Menurut Al-Ghazali, manusia akan sampai kepada tingkat
kesempurnaan apabila ia menguasai sifat-sifat keutamaan melalui ilmu yang
dipelajari. Keutamaan itulah yang pada akhirnya akan membahagiakan di dunia dan
mendekatkan diri kepada Allah SWT. sehingga menjadi bahagia di akhrat kelak.
Sedangkan menurut Ibnu Sina, tujuan pendidikan Islam harus diarahkan pada
pengembangan seluruh potensi yang dimiliki seseorang ke arah perkembangannya
yang sempurna meliputi fisik, intelektual, dan budi pekerti.
Pendidikan
Islam merupakan bagian penting dari dinamika pendidikan di Indonesia, mengingat
agama Islam merupakan agama mayoritas di negara ini dan bahkan di tingkat
Internasional. Islam menaruh perhatian yang sangat besar dalam bidang
pendidikan. Sejak zaman Rasulullah SAW sampai saat ini, pendidikan Islam telah
mengalami dinamika dan perkembangan yang sangat pesat. Secara umum, Pendidikan
Islam adalah usaha sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal,
memahami, menghayati, dan mengimani ajaran agama islam yang disertai dengan
tuntunan saling menghormati penganut agama lain dalam konteks kerukunan antar
umat beragama guna mewujudkan kesatuan dan persatuan bangsa.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan sebagaimana
telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa ilmu pendidikan adalah ilmu yang
berisi tentang teori-teori pendidikan dasarnya pendidikan, kemudian penambahan
kata “Islam” di belakangnya memberikan corak tersendiri yang mengandung makna
islami yakni sesuai dengan ketentuan atau ajaran-ajaran umat islam. Sedangkan
ilmu pendidikan islam adalah ilmu yang berdasarkan islam, agama yang di bawa
oleh Nabi Muhammad SAW dengan berpedoman kepada sumber hukumnya yaitu al-qur’an
dan hadits. Dan pendidikan islam juga merupakan bagian yang terpenting dari
dinamika pendidikan di Indonesia, terlebih di negara Indonesia mayoritas peduduk nya beragama Islam.
Tujuan pada pendidikan Islam ialah merealisasikan manusia
muslim yang beriman dan bertaqwa serta berilmu pengetahuan, Manusia yang mampu
mengabdikan dirinya kepada Khaliknya dengan sikap dan kepribadian bulat yang
merujuk kepada penyerahan diri kepada-Nya dalam segala aspek hidupnya,
duniawiah, dan ukhrawiah.
B. SARAN
Pendidikan perlu dipahami semua pihak
sebagai proses yang harus dilalui setiap individu dalam memberdayakan dirinya
sendiri yang akan bermanfaat bagi dirinya dan orang banyak. Pendidikan perlu
dipahami sebagai kebutuhan setiap individu, untuk memaksimalkan pemahamannya
maka sebaiknya kita semua memahami aspek-aspek pendidikan dari sisi individu
serta sosial budaya, sehingga dalam proses pendidikan atau mendidik nanti kita
bisa memaksimalkan sumber daya yang ada untuk menciptakan pendidikan yang lebih
baik. Dan kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna, maka dari
itu para pembaca mohon kritik dan sarannya untuk perbaikan kami pada makalah
selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad. 2019. Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama.
Henry, Dany.2019. Makalah Islam. Diambil
pada 12 oktober 2020 (http://islammakalah.blogspot.com/p/blog-page_9844.html)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar