Jumat, 23 September 2022

LINGKUNGAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM

 

MAKALAH

LINGKUNGAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM

Disusun untuk Memenuhi Tugas Terstruktur

Mata Kuliah Imu Pendidikan islam

Pada Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Kelas A Semester 1

Tahun Akademik 2020/2021

Disusun Oleh: Kelompok 6

-          Siti Masyitoh (2008108006)

-          Dini Fitriani Salsabila (2008108011)

-          Alifta Nuur fadilah (2008108012)

 

Dosen pengampu

Durtam Sayidi Ag,M.Pd.I

 

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI(IAIN)

SYEKH NURJATI CIREBON

2020

 

 

KATA PENGANTAR

 

            Puji syukur kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah ini yang berjudul “ILMU PENDIDIKAN ISLAM” tepat waktunya.

            Adapun tujuan dari penulis makalah ini adalah untuk memenuhi tugas bapak Durtam Sayidi Ag,M.Pd.I. Pada mata kuliah ilmu pendidikan islam. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan bagi saya dan teman-teman semua tentang apa itu Lingkungan Dalam Pendidikan.

            Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak Durtam Sayidi Ag,M.Pd.I. Selaku dosen ilmu pendidikan islam yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menanmbah pengetahuan dan wawasan kami dan teman-teman semua.

            Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.

            Saya menyadari bahwa makalah yang saya buat ini masih jauh dari kata sempurna. oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

 

                                                                                   

Jakarta, 25 Oktober 2020

 

 

        KELOMPOK 6

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

JUDUL................................................................................................................ i

KATA PENGANTAR........................................................................................ ii

DAFTAR ISI...................................................................................................... iii

BAB I, PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang........................................................................................

B.        Rumusan Masalah...................................................................................

C.        Tujuan Pembelajaran...............................................................................

BAB II, PEMBAHASAN

A.        Pengertian Lingkungan

B.        Pandangan Islam Mengenai Lingkungan Pendidikan

C.        Jenis Lingkungan Pendidikan

BAB III, PENUTUP

A.        Simpulan

B.        Saran

C.        Daftar Pustaka

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif. Disisi lain proses perkembangan dan pendidikan manusia tidak hanya terjadi dan dipengaruhi oleh proses pendidikan yang ada dalam sistem pendidikan formal (sekolah) saja. Manusia selama hidupnya selalu akan mendapat pengaruh dari keluarga, sekolah, dan masyarakat luas. Ketiga lingkungan itu sering disebut sebagai tripusat pendidikan.

Dengan kata lain proses perkembangan pendidikan manusia untuk mancapai hasil yang maksimal tidak hanya tergantung tentang bagaimana sistem pendidikan formal dijalankan. Namun juga tergantung pada lingkungan pendidikan yang berada di luar lingkungan formal.

B.     Rumusan Masalah

1.      Pengertian Lingkungan Pendidikan.

2.      Pandangan Islam Mengenai Lingkungan Pendidikan

3.      Jenis Lingkungan Pendidikan.

4.      Fungsi Lingkungan Pendidikan

C.     Tjuan Masalah

1.      Memahami pengertian lingkungan pendidikan

2.      Mengetahui pandangan islam mengenai lingkungan pendidikan

3.      Mengetahui apa saja jenis lingkungan pendidikan

4.      Mengetahui Apa saja fugsi lingkungan pendidikan

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

1.      Pengertian Lingkungan Pendidikan

Secara Fisiologis, lingkungan meliputi segala kondisi dan material jasmaniah di dalam tubuh anak, seperti gizi, vitamin, air, zat asam, suhu, sistem syaraf, peredaran darah, pernafasan, pencernaan makanan, kelenjar-kelenjar indoktrin, sel-sel pertumbuhan dan kesehatan jasmani. Secara psikologis, lingkungan mencakup segenap stimulasi, interaksi dan kondisi eksternal dalam hubungannya dengan perlakuannya maupun karya orang lain.  Pola hidup keluarga, pergaulan kelompok, pola hidup masyarakat, latihan belajar, pendidikan pengajaran, bimbingan dan penyuluhan, adalah termasuk lingkungan ini. Tonies membedakan lingkungan menjadi:

1)      Gemeinschaft (community –peguyuban) yaitu kelompok atau kesatuan hidup bersama yang bersifat tradisional. Ada ikatan kekerabatan, ikatan adat kebiasaan norma, pola tingkah laku.

2)      Gesellschaft (Society – patembayan) yaitu kelompok / kesatuan hidup bersama yang bersifat modern. Ada ikatan formal-rasional dengan aturan-aturan yang ditentukan untuk mengatur kehidupan bersama (kota, Negara, organisasi ekonomi, organisasi politik).

Lingkungan merupakan salah satu faktor pendidikan yang ikut serta menentukan corak pendidikan Islam, yang tidak sedikit pengaruhnya terhadap anak didik. Lingkungan yang dimaksud disini adalah lingkungan yang berupa keadaan  alam sekitar yang dapat mempengaruhi pendidikan anak. Anak didik akan untung apabila mendapat pengaruh yang bai, sebaliknya anak didik akan rugi apabila mendapat pengaruh yang kurang baik. Lingkungan adalah sesuatu  yang berada diluar diri anak dan mempengaruhi perkembanganya.

Menurut Sartain (Ahli psikolog dari Amerika)  mengatakan bahwa yang dimaksud lingkungan sekitar adalah meliputi semua kondisi dalam dunia ini yang dengan cara-cara tertentu. Lingkungan pendidikan adalah segala yang tampak dalam alam kehidupan yang senantiasa berkembang. Ia adalah seluruh yang ada, baik manusia maupun benda buatan manusia, atau alam yang bergerak atau tidak bergerak, kejadian-kejadian atau hal-hal yang mempunyai hubungan dengan seseorang.

Lingkungan pendidikan adalah suatu institusi atau kelembagaan di mana pendidikan itu berlangsung. Lingkungan tersebut akan mempengaruhi proses pendidikan yang berlangsung. Dalam beberapa sumber bacaan kependidikan, jarang dijumpai pendapat para ahli tentang pengertian lingkungan pendidikan Islam. Menurut Abuddin Nata, kajian lingkungan pendidikan Islam (Tarbiyah Islamiyah) biasanya terintegrasi secara implisit dengan pembahasan mengenai macam-macam lingkungan pendidikan. Namun demikian, dapat dipahami bahwa lingkungan pendidikan Islam adalah suatu lingkungan yang di dalamnya terdapat ciri-ciri ke-Islaman yang memungkinkan terselenggaranya pendidikan Islam dengan baik.

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa lingkungan pendidikan Islam adalah lingkungan yang menyangkut tentang islam yang meliputi lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.

2.      Pandangan Islam Mengenai Lingkungan Pendidikan

Salah satu sistem yang memungkinkan proses kependidikan Islam berlangsung secara konsisten dan berkesinambungan dalam rangka mencapai tujuannya adalah institusi atau kelembagaan pendidikan Islam. Dari pernyataan ini dapat dipahami bahwa lingkungan pendidikan Islam adalah suatu institusi atau lembaga dimana pendidikan itu berlangsung. Menurut Abudin Nata (2010) lingkungan pendidikan Islam adalah suatu lingkungan yang di dalamnya terdapat ciri-ciri ke-Islaman yang memungkinkan terselenggaranya pendidikan Islam dengan baik. Dalam al-Quran, tidak dikemukakan penjelasan tentang lingkungan pendidikan Islam tersebut, kecuali lingkungan pendidikan yang terdapat dalam praktek sejarah yang digunakan sebagai tempat terselenggaranya pendidikan, seperti masjid, rumah, dan lain-lain. Meskipun lingkungan seperti itu tidak disinggung secara langsung dalam al-Qur’an, akan tetapi al-Qur’an juga menyinggung dan memberikan perhatian terhadap lingkungan sebagai tempat sesuatu. Seperti dalam menggambarkan tentang tempat tinggal manusia pada umumnya, dikenal istilah al-Qaryah yang diulang dalam al-Qur’an sebanyak 52 kali yang dihubungkan dengan tingkah laku penduduknya. Sebagian ada yang dihubungkan dengan penduduknya yang berbuat durhaka lalu mendapat siksa dari Allâh Subhânahû wa Ta’âlâ, diantaranya terdapat dalam QS. alA’râf ayat 4 sebagai berikut:وكم من قرية اهلكنها فجا ءهابأسنابينااوهم قأءلون.

 

Artinya: Berapa banyak negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah siksaan kami (menimpa Penduduknya) diwaktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari (Q.S. al- A’râf: 4).        Kata qoryah diartikan sebagai negeri. Negeri juga bisa diartikan sebagai lingkungan. Dalam ayat tersebut, Allah musnahkan beberapa negeri karena penduduknya berbuat durhaka. Artinya, lingkungan mereka yang berbuat durhaka kepada Allah, Allah binasakan mereka.Sebagian dihubungkan pula dengan penduduknya yang berbuat baik sehingga menimbulkan suasana yang aman dan damai.

Dalam ayat-ayat tersebut di atas menunjukkan bahwa lingkungan sangat berpengaruh terhadap proses sampai dengan tujuan akhir dan berperan penting sebagai tempat kegiatan bagi manusia baik kegiatan duniawi maupun kegiatan ukhrawi, termasuk di dalamnya adalah kegiatan proses pembelajaran yang dilakukan oleh pendidikan Islam seperti madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah, madrasah aliyah, majelis ta’lim, dan sebagainya.

 

3.      Jenis Lingkungan Pendidikan

Lingkungan ditinjau dari perspektif pendidikan Islam adalah sesuatu yang ada di sekeliling tempat anak melakukan adaptasi, meliputi:

1)      Lingkungan alam, seperti udara, daratan, pegunungan, sungai, danau, lautan, dan lain-lain.

2)      Lingkungan Sosial, seperti rumah tangga, sekolah,dan masyarakat.

Ki Hajar Dewantara mengartikan lingkungan dengan makna yang lebih simple dan spesifik. Ia mangatakan  bahwa apa yang dimaksud dengan lingkungan pendidikan berada dalam 3 pusat lembaga pendidikan yaitu; lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan organisasi pemuda atau kemasyarakatan.

1.       Lingkungan Keluarga

Keluarga adalah lingkungan utama yang dapat membentuk watak dan karakter manusia. Keluarga adalah lingkungan pertama dimana manusia melakukan komunikasi dan sosialisasi diri dengan manusia lain selain dirinya.  Didalam keluarga pula manusia untuk pertama kalinya dibentuk baik sikap maupun kepribadiannya. Lembaga pendidikan keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertama, karena didalam keluarga inilah tempat meletakkan dasar-dasar kepribadian anak.

Dalam ajaran Islam telah dinyatakan oleh Nabi Muhammad Saw dalam sabdanya yang berbunyi:

كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ وَإِنَّمَا أَبَوَاهُ يُمَجِّسَانِهِ أَوْ يُهَـوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ.

Artinya: “Setiap anak dilahirkan atas dasar fitrah,maka sesungguhnya kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia Majusi, Yahudi dan Nasrani”

Berdasarkan hadist tersebut, jelaslah bahwa orang tua memegang peranan penting dalam membentuk kepribadian anak. Anak dilahirkan dalam keadaan suci, adalah menjadi tanggung jawab orang tua untuk mendidiknya.[5] Keluarga dalam perspektif pendidikan Islam memiliki tempat yang sangat strategis dalam pengembangan kepribadian hidup seseorang. Baik buruknya kepribadian seseorang akan sangat tergantung pada baik buruknya pelaksanaan pendidikan Islam di keluarga. Fungsi keluarga dalam kajian lingkungan pendidikan Islam sebagai institusi sosial dan institusi pendidikan keagamaan, antara lain;

a.       Keluarga sebagai Institusi Sosial

Orang tua berkewajiban untuk mengembangkan fitrah dan bakat yang dimilikinya. Pendidikan dalam perspektif ini, tidak menempatkan anak sebagai objek yang dipaksa mengikuti nalar dan kepentingan pendidikan, tetapi pendidikan anak berarti mengembangkan potensi dasar yang dimiliki anak yang dimaksud. Dalam Islam, potensi yang dimaksud cenderung pada kebenaran. Karena ia cenderung pada kebenaran, maka orang tua dituntut untuk mengarahkannya.

Posisi keluarga seperti gambar di atas, menurut  M. Noor Syam telah menunjukkan bahwa keluarga pada hakekatnya berperan sebagai institusi sosial. Keluarga menjadi bagian dari masyarakat dan Negara. Tanggung jawab sosial dalam keluarga, akan menjadi kesadaran bagi perwujudan masyarakat yang baik. Keluarga merupakan lingkungan sosial yang pertama. Di lingkungan ini anak akan diperkenalkan dengan kehidupan sosial. Adanya interaksi antara anggota keluarga yang satu dengan keluarga yang lainnya menyebabkan ia menjadi bagian dari kehidupan sosial.

b.      Keluarga sebagai Institusi Pendidikan/Keagamaan

Manusia adalah satu-satunya mahluk yang dapat dididik dan membutuhkan pendidikan. Dalam perspektif Islam, yang jauh lebih penting lagi adalah bagaimana orang tua membantu perkembangan psikologis dan intelektual anak. Aspek ini membutuhkan kasih sayang, asuhan dan perlakuan yang baik. Termasuk yang jauh lebih penting lagi adalah peran orang tua menanamkan nilai-nilai keagamaan dan keimanan anak. Model pendidikan keimanan yang diberikan orang tua kepada anak, dituntut agar lebih dapat merangsang anak dalam melakukan contoh perilaku orang tua (uswatun hasanah).

2.      Lingkungan Sekolah

Sekolah adalah lembaga pendidikan yang sangat penting sesudah keluarga, karena semakin besar kebutuhan anak, maka orang tua menyerahkan tanggung jawabnya sebagian kepada lembaga sekolah. Sekolah berfungsi sebagai pembantu keluarga dalam mendidik anak. Sekolah memberikan pendidikan dan pengajaran kepada anak-anak mengenai apa yang tidak dapat atau tidak ada kesempatan orang tua untuk memberikan pendidikan dan pengajaran didalam keluarga. Oleh karena itu sudah sepantasnyalah orang tua menyerahkan tugas dan tanggung jawabnya kepada sekolah.

Tugas guru dan pemimpin sekolah di samping memberikan ilmu pengetahuan-pengetahuan, keterampilan, juga mendidik anak beragama. Disinilah sekolah berfungsi sebagai pembantu keluarga dalam memberikan pendidikan dan pengajaran kepada anak didik. Pendidikan budi pekerti dan keagamaan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah haruslah merupakan kelanjutan, atau setidak-tidaknya jangan bertentangan dengan apa yang diberikan dalam keluarga.

Sekolah telah membina anak tentang kecerdasan, sikap, minat dan lain sebagainya dengan gaya dan caranya sendiri sehingga anak mentaatinya. Lingkungan yang positif  terhadap pendidikan Islam yaitu lingkungan sekolah yang memberikan fasilitas dan motivasi untuk berlangsungnya pendidikan agama ini. Sedangkan lingkungan sekolah yang netral dan kurang menumbuhkan jiwa anak untuk gemar beramal, justru menjadikan anak jumud, picik, berwawasan sempit. Sifat dan sikap ini menghambat pertumbuhan anak. Lingkungan sekolah yang negatif terhadap pendidikan agama yaitu lingkungan sekolah yang berusaha keras untuk meniadakan kepercayaan agama di kalangan anak didik.

Bagi setiap muslim yang benar-benar beriman dan melaksanakan ajaran-ajaran Islam, mereka berusaha untuk memasukkan anak-anaknya ke sekolah-sekolah yang diberikan pendidikan agama. Dalam hal ini mereka mengharapkan agar anak didiknya kelak memiliki kepribadian yang sesuai dengan ajaran Islam atau dengan kata lain berkepribadian muslim. Yang dimaksud dengan berkepribadian muslim adalah kepribadian yang seluruh aspeknya baik tingkahlakunya, kegiatan jiwanya maupun filsafat hidup dan kepercayaannya menunjukkan pengabdiannya kepada Tuhan dan penyerahan diri hanya kepada-Nya.

 

 

 

3.      Lingkungan Masyarakat.

Lembaga pendidikan masyarakat merupakan lembaga pendidikan yang ketiga sesudah keluarga dan sekolah. Corak ragam pendidikan yang diterima anak didik dalam masyarakat ini banyak sekali, yaitu meliputi segala bidang baik pembentukan  kebiasaan, pembentukan pengetahuan, sikap dan minat maupun pembentukan kesusilaan dan keagamaan.

Secara sederhana, masyarakat didefinisikan sebagai kumpulan individu atau kelompok yang diikat oleh kesatuan negara, kebudayaan, agama. Dalam batasan lain Mac Iver dan Page mendefenisikan, bahwa masyaraakat adalah suatu sistem dari kebiasaan dan tatacara, wewenang, dan ker jasama antara berbagai kelompok dan golongan, pengawasan, tingkahlaku, serta kebebasan manusia.

Pendidikan dalam pendidikan masyarakat ini bisa dikatakan pendidikan secara tidak langsung, pendidikan yang dilaksanakan dengan tidak sadar oleh masyarakat. Dan anak didik secara sadar atau tidak telah mendidik dirinya sendiri, mencari pengetahuan dan pengalaman sendiri, mempertebal keimanan serta keyakinan dan keagamaan di dalam masyarakat.

Manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah SWT, yang keberadaan hidupnya tidak dapat menyendiri. Manusia membutuhkan masyarakat di dalam pertumbuhan da perkembangan kemajuannya yang dapat meninggikan kualitas hidupnya. Semua itu membutuhkan masyarakat, dan mereka harus hidup di masyarakat. Ibnu Sina pernah mengatakan : “Manusia berbeda dengan makhluk lainnya disebabkan manusia itu tidak dapat memperbaiki kehidupannya jika ia hidup menyendiri tanpa ada orang lain yang menolong memenuhi kebutuhan hidupnya”. Kebutuhan manusia yang diperlukan dari masyarakat tidak hanya menyangkut bidang material melainkan juga bidang spiritual, termasuk ilmu pengetahuan, pengalaman, keterampilan, dan sebagainya. Dengan demikian, dapat ditarik suatu pemahaman bahwa dalam rangka memenuhi kebutuhan pendidikan manusia memerlukan adanya lingkungan sosial masyarakat.

Dari semua lingkungan masyarakat yang dapat digunakan dalam proses pendidikan dan pengajaran secara umum dapat dikategorikan menjadi tiga macam lingkungan belajar yakni lingkungan sosial, lingkungan alam dan lingkungan buatan.

1.      Lingkungan Sosial

Lingkungan sosial sebagai sumber belajar berkenaan dengan interaksi manusia dengan kehidupan bermasyarakat, seperti organisasi sosial, adat dan kebiasaan, mata pencaharian, kebudayaan, pendidikan, kependudukan, struktur pemerintahan, agama dan sistem nilai. Lingkungan sosial tepat digunakan untuk mempelajari ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan. Dalam praktek pengajaran penggunaan lingkungan sosial sebagai media dan sumber belajar hendaknya dimulai dari lingkungan yang paling dekat, seperti keluarga, tetangga, rukun tetangga, rukun warga, kampung, desa, kecamatan dan seterusnya.

2.      Lingkungan Alam

Lingkungan alam berkenaan dengan segala sesuatu yang sifatnya alamiyah seperti keadaan geografis, iklim, suhu udara, musim, curah hujan, flora (tumbuhan), fauna (hewan), sumber daya alam (air, hutan, tanah, batu-batuan dan lain-lain). Lingkungan alam tepat digunakan untuk bidang studi ilmu pengetahuan alam.

3.      Lingkungan Buatan

Disamping lingkungan sosial dan lingkungan alam yang sifatnya alami, ada juga yang disebut lingkungan buatan yakni lingkungan yang sengaja dibuat atau dibangun manusia untuk tujuan-tujuan tertentu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Lingkungan buatan antara lain irigasi atau pengairan, bendungan, pertamanan, kebun binatang, perkebunan, penghijauan, dan pembangkit tenaga listrik. Siswa dapat mempelajari lingkungan buatan dari berbagai aspek seperti prosesnya, pemanfaatannya, fungsinya, pemeliharaannya, daya dukungannya, serta aspek lain yang berkenaan dengan pembangunan dan kepentingan manusia dan masyarakat pada umumnya.

 

4.Fungsi Lingkungan Pendidikan

Tempat berlangsungnya pendidikan itu disebut lingkungan pendidikan, khususnya pada tiga lingkungan utama pendidikan yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat (Umar Tirtaraharja et. al., 1990: 39–40). Seperti diketahui, lingkungan pendidikan pertama dan utama adalah keluarga. Makin bertambah usia seseorang, peranan lingkungan pendidikan lainnya (yakni sekolah dan masyarakat) semakin penting meskipun pengaruh lingkungan keluarga masih tetap berlanjut. Secara umum fungsi lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam interaksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya, utamanaya berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia, agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang optimal. Antara lingkungan yang satu dengan lingkungan yang lain tidak mungkin untuk berdiri sendiri. Terdapat hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi antar lingkungan pendidikan.

Lingkungan keluarga sebagai dasar pembentukan sikap dan sifat manusia. Lingkungan sekolah sebagai bekal skil dan ilmu pengetahuan, sedangkan lingkungan masyarakat merupakan tempat praktek dari bekal yang diperoleh di keluarga dan sekolah sekaligus sebagai tempat pengembangan kemampuan diri.

Melihat hal diatas maka sudah selayaknya terdapat koordinasi antar lingkungan sehingga terjadi keselarasan dan keserasian dalam menjadikan manusia yang berpendidikan dan berkepribadian unggul.

Setiap pusat pendidikan dapat berpeluang memberikan kontribusi yang besar dalam ketiga kegiatan pendidikan, yakni:

-pembimbingan dalam upaya pemantapan pribadi yang berbudaya

-pengajaran dalam upaya penguasaan pengetahuan

-pelatihan dalam upaya pemahiran keterampilan.

 

BAB III

PENUTUP

A.Kesimpulan

Lingkungan mempunyai peranan yang sangat penting terhadap keberhasilan pendidikan Islam. Karena perkembangan jiwa anak itu sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungannya. Lingkungan dapat berpengaruh positif dan pengaruh yang negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan jiwa anak, sikapnya, akhlaknya, dan perasaan agamanya.

       Jadi, dibutuhkan pendidikan terpadu antara ketiga lingkungan pendidikan tersebut. Dengan keterpaduan ketiganya, diharapkan pendidikan yang dilaksanakan mampu mewujudkan tujuan yang diinginkan. Pendidikan terpadu seperti inilah yang diinginkan dalam perspektif pendidikan Islam.

 

B.     Saran

Demikian makalah ini kami selesaikan dan kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan demi  kesempurnaan penulisan makalah di kemudian hari. Semoga isi dari makalah ini dapat memberi manfaat bagi para pembaca.

C.     Daftar pustaka

 

http://blogrofika.blogspot.com/2014/12/fungsi-dan-jenis-lingkungan-pendidikan.html?m=1

https://www.academia.edu/8798992/Makalah_Lingkungan_Pendidikan_Perspektif_Islam

Hasbullah.2008.Lingkungan pendidikan dalam Alquran dan hadist.https://www.neliti.com/id/publications/256473/lingkungan-pendidikan-dalam-al-quran-dan-hadis

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar