MAKALAH
KONSEP ALAT-ALAT DALAM
PENDIDIKAN ISLAM
Disusun
untuk Memenuhi Tugas Terstruktur
Mata
kuliah Ilmu Pendidikan Islam
Pada
Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Kelas A Semester 1
Tahun
Akademik 2020/2021
Disusun oleh : Kelompok 4
-
SA’ADAH (2008108017)
-
MUCHAMMAD NAJIICH (2008108019)
-
NANDA SYIFA FARIDAH (2008108020)
Dosen Pengampu :
Durtam, S. Ag., M.Pd.I
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat karunianya, sehingga Kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini
yang berjudul “Konsep Alat-Alat Dalam Pendidikan Islam” tepat pada waktunya.
Adapun
tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Bapak Durtam,
S.Ag., M.Pd.I pada mata kuliah Ilmu Pendidikan Islam. Selain itu, makalah ini juga bertujuan
untuk menambah wawasan bagi Kami dan teman teman semua tentang Konsep Alat-Alat
Dalam Pendidikan Islam.
Kami mengucapkan terima kasih kepada
bapak Durtam, S.Ag., M.Pd.I selaku dosen
Ilmu Pendidikan Islam yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah
pengetahuan dan wawasan Kami dan teman teman semua.
Kami juga mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga Kami
dapat menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah yang
Kami buat ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran
yang membangun akan Kami nantikan demi kesempurnaan makalah ini.
Cirebon,
30 Oktober 2020
Kelompok
4
DAFTAR ISI
Kata Pengantar .......................................................................................................................
i
Daftar Isi
................................................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
......................................................................................................
1
1.1
Latar Belakang
1.2
Rumusan Masalah
1.3
Tujuan Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
.......................................................................................................
2
2.1 KONSEP ALAT-ALAT DALAM PENDIDIKAN ISLAM ….........................
2
a. Pengertian Alat-alat atau Metode
Pendidikan………...……… 2
b. Macam-macam
Alat Bantu Pendidikan Islam …………………...….. 5
c. Teori Tentang
Pengembangan Metode Pendidikan Agama Islam …. 6
BAB III PENUTUP
..............................................................................................................
14
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................................
16
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Pada dasarnya, pendidikan adalah untuk membantu pertumbuhan dan
perkembangan jasmani rohani anak didik di luar lingkungan keluarga sebelum
memasuki pendidikan dasar. TK sebagai salah satu bentuk pendidikan prasekolah
yang ada di jalur pendidikan sekolah merupakan usaha untuk mengembangkan seluruh
segi kepribadian anak didik dalam rangka menjembatani pendidikan dalam keluarga
kependidikan sekolah.
Menginjak periode estetik, anak
sudah dapat dididik secara langsung, yaitu melalui pembiasaan kepada hal-hal
yang baik. Bimbingan kearah pembiasaan ini dilaksanakan melalui belajar sambil
bermain atau dapat pula dengan cara bergurau yang berupaya memberikan
pengajaran dengan cara menggembirakan hati anak, atas dasar kasih sayang. Perlu
kita ketahui bahwa, ada banyak metode dan alat-alat pendidikan dalam pendidikan
Islam yang bervariasi. Karena, didalam pendidikan Islam pun, sangat diperlukan
metode dalam mengajar dalam konteks Islami pula. Contohnya, seperti membiasakan
peserta didik menghafal surat-surat pendek atau do’a sehari-hari sebelum
memulai pelajaran. Maka dari itu, didalam makalah ini akan kami bahas secara
jelas dan singkat mengenai Alat-alat pendidikan dalam pendidikan Islam.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apa
pengertian Alat-alat pendidikan dalam pendidikan Islam?
2.
Apa
saja macam-macam alat bantu pendidikan Islam?
3.
Apa
saja teori tentang pengembangan metode pendidikan agama Islam?
1.3 Tujuan Pembelajaran
1.
Untuk
mengetahui penjelasan alat-alat pendidikan dalam pendidikan Islam.
2.
Untuk
mengetahui tentang macam-macam alat bantu pendidikan Islam.
3.
Untuk
mengetahui tentang teori pengembangan metode pendidikan agama Islam.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 KONSEP
ALAT-ALAT DALAM PENDIDIKAN ISLAM
A.
Pengertian Alat-alat atau Metode Pendidikan
Alat dan metode artinya perangkat
atau media yang digunakan dalam
melaksanakan sesuatu. Sedangkan, alat dan metode pendidikan adalah media yang
dimanfaatkan untuk menyelenggarakan pendidikan dan proses pembelajaran. Secara
umum, alat pendidikan bukan hanya berupa perangkat dalam bentuk benda tetapi
ada yang bersifat abstrak, misalnya metode pendidikan, pendekatan pendidikan,
teknik dan strategi pendidikan dan pengelolaan kelas.
Alat pendidikan yang sangat penting
digunakan dalam pendidikan adalah sebagai berikut:
1. Pendidik, merupakan alat pendidikan karena
tanpa pendidik, pendidikan tidak akan berjalan dengan baik.
2. Lembaga pendidikan yang memberikan tempat
untuk dilaksanakannya pendidikan formal atau informal.
3. Sarana dan prasarana pendidikan yang
membantu kelancaran pelaksanaan pendidikan, terutama dalam proses belajar dan
mengajar.
4. Perpustakaan, yakni buku-buku yang
memberikan ilmu pengetahuan kepada pendidik dan anak didik.
5. Kecakapan atau kompetensi pendidik
sehingga memberikan informasi ilmu pengetahuan kepada para pendidik dan anak
didik.
6. Metodologi pendidikan dan pendekatan
sistem pengajaran yang digunakan, misalnya menggunakan metode ceramah, diskusi,
tanya jawab, penugasan atau pengajaran dengan pola rekreatif.
7. Manajemen pendidikan yang mengolah
pelaksanaan pendidikan merupakan alat yang amat penting dalam pendidikan,
seperti pengaturan jadwal mata pelajaran, penempatan pendidik dalam pelajaran
tertentu, pengaturn lama mengajar, pemenuhan gaji atau honorarium pendidik,
penentuan rapat-rapat pendidik dan sebagainya.
8. Administrasi dan supervisi pendidikan yang
mengawasi dan melakukan pembinaan para tenaga kependidikan dan
ketatausahaannya.
9. Strategi pembelajaran yang disesuaikan
dengan tujuan belajar siswa dalam lembaga pendidikan tertentu, karena setiap
lembaga pendidikan memiliki visi dan misi serta maksud dan tujuan yang
berbeda-beda.
10. Evaluasi pendidikan dan evaluasi
belajar.
11. Alat-alat bantu dalam pendidikan dapat
berupa pengembangan teknik belajar mengajar, diantaranya sebagai berikut:
·
Pertanyaan
lisan di kelas
·
Tugas
individu
·
Tugas
kelompok
·
Ulangan
semester
·
Ulangan
kenaikan
·
Laporan
kerja praktik lapangan
·
Responsi
atau ujian praktik yang dipakai untuk mata pelajaran yang ada kegiatan praktikkumnya,
seperti kimia, biologi, fisika, dan bahasa.
Penggunaan alat-alat pendidikan
dapat disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Metode
pendidikan Islam juga merupakan bagian dari alat-alat pendidikan karena berupaya
untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan kata lain, segala aspek yang dapat
digunakan untuk mengembangkan pendidikan dan mencapai tujuannya dapat dikatakan
sebagai alat. Dalam pendidikan Islam semua metode dan alat-alat pendidikan
harus didasarkan pada nilai-nilai ajaran Islam yang terkandung dalam Al-Qur’an
dan As-Sunnah. Penggunaan alat-alat pendidikan termasuk didalamnya metode
pendidikan islam, harus berdasarkan prinsip sebagai berikut:
1. Memudahkan dan menyedikitkan beban
2. Berangsur-angsur demi terbentuknya
pemahaman anak didik
3. Menggembirakan dan tidak menimbulkan rasa
takut
4. Menyamakan persepsi tentang kebenaran
5. Mengembangakn perbedaan pendapat sebagai
rahmat Tuhan
6. Penelitian yang meyakinkan (haqqul yaqin).
Penelitian yang meyakinkan ini didasarkan pada perumusan masalah yang dijawab
melalui data yang akurat dan analisis data yang tajam disertai dalil-dalil yang
shahih.
Salah satu alat pendidikan yang
sangat penting adalah strategi pembelajaran alternatif yang kini banyak
diterapkan diberbagai lembaga pendidikan, diantaranya adalah :
1. Info Search
2. Membuat beberapa pertanyaan yang dapat
dijawab dengan mencai informasi yang dapat ditemukan pada sumber materi yang
telah tersedia. Sumber materi itu dapat
berupa hand out, dokumen, test book, dan perangkat keras misalnya, komputer.
3. Membagi kelas menjadi dua kelompok, dimana
memindahkan satu kelompok ke ruangan yang lain untuk membaca topik yang akan
diajarkan. Pada waktu yang sama pendidik memberikan pada kelompok lainnya dalam
materi yang sama dengan metode ceramah.
4. Kemudian, materi yang dibaca oleh kelompok
pertama diberikan kepada kelompok yang mendengarkan ceramah, sedangkan teknik
ceramah diberikan kepada kelompok yang membaca. Lalu, menggabungkan kedua
kelompok tersebut dan menyuruh mereka untuk membuat materi yang telah
diajarkan.
Dua contoh strategi tersebut,
merupakan alat pendidikan yang mengantarkan pendidik dan anak didiknya mencapai
tujuan yang hendak dicapai dalam pendidikan Islam. Dan evaluasi atau penilaian
termasuk alat pendidikan, karena dengan mengevaluasi anak didik dapat diketahui
tingkat keberhasilannya. Perkembangan anak didik pun dengan mudah diketahui
apabila sistem evaluasinya sesuai dengan metode pengajaran yang digunakan oleh
pendidik. Pelatihan pun merupakan alat pendidikan karena pelatihan digunakan
untuk mengungkapkan gagasan pemahaman anak didik dengan kalimat sendiri, baik
lisan maupun tulisan.
Anak didik dilatih untuk menyatakan
gagasan ke dalam berbagai bentuk kegiatan sehingga dapat mengembangkan
keterampilan dan psikomotoriknya. Dalam pelatihan, alat lain yang mendukung
misalnya lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber media belajar.
B.
Macam-macam Alat Bantu Pendidikan Islam
Macam-macam Alat Bantu Pendidikan Islam antara lain
sebagi berikut:
1. Pembiasaan, yakni anak didik dibiasakan
melakukan suatu kegiatan yang bersifat belajar misalnya membiasakan bangun
pagi.
2. Pengawasan, yakni melakukan pengamatan
yang telaten terhadap perkembangan anak didik secara umum dan pengawasan
terhadap perkembangan prestasi belajarnya secara khusus.
3. Perintah, yakni memberikan berbagai
perintah yang sesuai dengan kemampuan anak didik dengan mempertimbangkan usia
anak didik dan mentalitasnya.
4. Larangan, yakni memberikan larangan kepada
anak didik untuk tidak melakukan tindakan tertentu.
5. Ganjaran, yakni menawarkan hadiah bagi
anak didik yang melaksanakan berbagai perintah dan meninggalkan larangan-Nya.
6. Hukuman, yakni menetapkan sanksi hukum
yang bersifat mendidik bagi semua anak didik yang melanggar peraturan, baik
dalm keluarga, sekolah, atau lingkungan sekitarnya.
1. فاَعْتَبِرُ
يـأُ و لِي الْاَ بْصرِ
( الحَشر:
۲ )
Artinya: “Maka ambillah (kejadian itu)
untuk menjadi pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai pandangan”.
Ayat tersebut secara langsung
memerintahkan umat Islam melakukan observasi
terhadap berbagai situasi dan kondisi yang terjadi pada masa lalu dan
masa sekarang sehingga semua peristiwa dapat dijadikan pelajaran. Semua
kejadian dapat menjadi cermin agar umat Islam lebih maju dan lebih waspada
terhadap kejadian yang tidak terduga. Dalam pengembangan ilmu pendidikan Islam,
umat Islam dituntut menciptakan alat-alat pendidikan yang baik guna meningkatkan
kualitas anak didik sehingga masyarakat Islam yang terdidik tidak tertinggal
zaman, dan mampu bersaing dengan perkembangan pendidikan barat.
C.
Teori Tentang Pengembangan Metode Pendidikan Agama
Islam
Metode pendidikan agama Islam harus
terus dikembangkan agar tujuan pendidikan Islam mudah dicapai. Pengembangan
pendidikan Islam dilakukan dengan cara berikut :
Metode Pendidikan Demokratis, yaitu
pendidikan yang dilakukan dengan cara memberikan kemerdekaan kepada anak didik
untuk menentukan pilihan minat dan bakatnya serta mengembangkan pikiran dan
pendapatnya sepanjang memberikan dampak positif bagi perkembangan dan kemajuan
intelektualitasnya.
a) Pendidikan dengan hati nurani, yaitu
menerapkan pendekatan simpatik dan empati terhadap perkembangan intelektualitas
anak didik dan pengalaman pribadi yang diungkapkan anak didik kepada
pendidiknya.
b) Kebenaran baru diterima jika disampaikan
secara logis dan sistematis serta didasarkan kepada data yang akurat.
Pendidikan dengan pendekatan empiris, yaitu pengembangan metode pendidikan islam
didasarkan pada pengalaman para pendidik.
c) Pendidikan dengan pendekatan naturalistik,
yaitu pengembangan metode pendidikan Islam yang didasarkan pada pengembangan
lamiah anak didik.
d) Pendidikan dengan pendekatan basyiran wa
naziran, yaitu membangkitkan segala hal yang menggembirakan anak didik, dan
memberikan sesuatu yang menimbulkan rasa takut atau melalui ancaman.
e) Pendekatan keteladanan, yaitu pengembangan
metode pendidikan Islam dengan contoh utama dari para pendidik sehingga anak
didik meniru perilaku positif yang bermanfaat bagi kemajuan intelektualitas dan
kebaikan moralitasnya.
Teori tentang pengembangan alat-alat
pendidikan islam digali dari Al-qur’an dan As-sunnah. Adapun teori pengembangan
yang telah dipraktikan adalah sebagai berikut:
1. Pengembangan metode pendidikan islam
dengan memadukan kurikulum pendidikan agama islam dengan kurikulum nasoinal
agar anak didik di terima di sekolah tingkat lanjutan tanpa mengalami hambatan
yang berarti
2. Pengembangan strategi pembelajaran secara
terpadu, yaitu proses pembelajaran di dalam kelas dan di luar kelas
3. Pengembangan adminitrasi pendidikan dan
penyelengaraan pendidikan islam yang kompetitif dengan lembaga pendidikan umum
4. Pengembangan kualifikasi dan kompetensi
para pendidik dan peningkatan martabat para pendidik
5. Pengembangan sarana dan prasarana pendidikan
islam, terutama berkaitan dengan media pembelajaran yang modern sehingga anak
didik gagap teknologi
6. Pengembangan kepustakaan pendidikan islam
yang dapat di akses melalui internet.
Teori pengembangan metode pendidikam
islam yang dapat di gali dari cara Rasulullah ﷺ. Berperilaku tergambar dari
sifat-sifat beliau, sebagai berikut:
·
Fathanah
(cerdas), Dari sifat fathanah dapat dikembangkan pendidikan agama islam yang merangsang dan
membangkitkan kecerdasan anak didik. Kecerdasan tidak semata-mata anak mampu
menghafal mata pelajaran, tetapi mereka memiliki kemampuan memahami dan
menjelaskan dengan bahasanya sendiri.
·
Shidiq
(jujur), Metode pendidikan islam
dikembangkan atas dasar kejujuran, yakni menerima seluruh ajaran Allah dan
Rasulnya yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah . Maka jujur dalam metode
pendidikan islam adalah mendudukkan anak didik sama dan sederajat dalam hak dan
kewajibannya sebagai orang yang menuntut ilmu .
·
Tablig
(sampai atau disampaikan), Dengan sifat tablig, pengembangan metode pendidikan
islam bersifat terbuka, yakni menerima masukan dari siapa pun dan dari mana pun
sepanjang bernilai positif dan memberikan manfaat bagi kemajuan pendidikan
islam. Kemudian, disampaikan dan dijadikan alat untuk menggembangkan metode
pembelajaran .
·
Amanah,
Pengembangan metode pendidikan islam didasarkan pada sifat amanah sebagai
bentuk penjagaan kualitas diri umat islam. Seluruh pendidikan umat islam
merupakan tanggung jawab kita bersama. Oleh sebab itu, warga negara dan
masyrakat yang dikatagorikan sebagai anak didik atau peserta didik merupakan
amanah Allah yang harus dijaga dan dikembangkan intelektualitasnya melalui
pengembangan metode pendidikan islam.
·
Qana’ah (menerima apa adanya dan pandai
bersyukur), Sifat menerima apa adanya dan pandai bersyukur adalah metode
pengembangan pendidikan islam yang paling bijaksana. Dengan sikap menerima apa
adanya, umat islam, terutama penyelenggara pendidikan, para pendidik, dan
masyrakat dapa umumnya, berhati-hati dalam menerapkan metode pendidikan yang
berasaskan pada paham sekuler dan liberal. Pendidikan islam tidak bebas nilai,
tetapi sarat dengan nilai yang digali dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Pengembangan metodologi pendidikan
islam berkaitan dengan pengayaan pendekatan dalam menggali dan memahami
sumber-sumber pendidikan islam dan menerapkannya dalam proses pembelajaran. Di
pihak lain, pengembangan metode pendidikan islam sebagai pola uji coba terhadap
penemuan baru dalam melaksanakan kegiatan pendidikan islam dan seluruh
aktivitas pembelajaran.
Metode yang dikembangankan dalam
pendidikan islam disesuaikan dengan tujuan pendidikan islam yang paling
substansial, yaitu sebagai berikut:
1. Penguatan keimanan kepada Allah SWT;
2. Peningkatan kecerdasan anak didik;
3. Pembinaan akhlakul-karimah;
4. Pengembangan minat dan bakat berkaitan
dengan kecakapan dan keterampilan anak didik;
5. Pembinaan kemandirian dan rasa tanggung jawab
anak didik;
6. Pendewasaan berpikir anak didik yang
rasional dan memiliki kepekaan terhadap masalah-masalah sosial;
7. Pembentukan kecerdasan emosional dan spiritual
anak didik.
Untuk memperoleh model pengembangan
metode pendidikan islam, penggalian terhadap sumber ilmu pengetahuan dan ilmu
pendidikanislam harus dilakukan secara terpadu, komprehensif, radikal, dan
sisitematis. Ayat-ayat Al-Qur’an yang menyajikan prinsip-prinsip dan ide dasar
ilmu pendidikan islam terlebih dahulu disusun secara tematik sesuai dengan
kerangka pikir para peneliti. Kemudian, dilakukan penafsiran dengan pendekatan
riwayat, yaitu pendekatan munasabah antar surat dan antar ayat dengan
memerhatikan dan mengkaji secara mendalam latar belakang diturunkannya
ayat-ayat yang dimaksud, kemudian mempergunakan hadist untuk lebih memperkuat
pemahaman makna yang di maksudkan oleh Al-Qur’an. Setelah hubungan antar ayat
atau antar surat dan hadist dilakukan, lalu digunakan pula pendekatan rasional
(ra’yu).
Pemahaman makna terhadap Al-Qur’an
sebagai sumber ilmu pendidikan islam dapat dimulai dengan memerhatikan ha-hal
berikut:
Al-Qur’an memiliki gaya bahasa yang
indah. Tidak semua ayat yang ditujukan kepada manusia di sampaikan dengan
kalimat langsung, tekstualistik, tetapi menggunakan berbagai metode komunikasi
dan informasi yang beragam yaitu:
a.
Penggunaan
kalimat-kalimat sindirian
b.
Penggunaan
kata-kata hakiki daan majazi
c.
Pengunaan
kata-kata yang memiliki lebih dari satu makna (musytarak)
d.
Penggunaan
kata-kata perumpamaan
e.
Penggunaan
kata-kata yang bernilai sastra, dan keindahan kalimat yang menyejukkan hati
f.
Penggunaan
kata-kata menggembirakan dan ancaman
g.
Penggunaan
komunikasi massa dan komunikasi dialogis juga monologis
h.
Penggunaan
ayat-ayat tentang kisah masa lalu dan prediksi masa depan
i.
Penggunaan
kalimat tanya jawab
Penggunaan contoh-contoh perilaku
orang-orang yang saleh pada masa lalu dan orang-orang yang salah yang
memperoleh kerugian besar dalam hidupnya; dan masih banyak pesan Allah SWT.
Pendekatan integralistik, yaitu
senantiasa memadukan kalimat yang disampaikan dengan tujuan utama dari
kandungan makna dan maksud yang dituju serta sasaran yang dikehendaki sebagai
subjek atau objek suatu perbuatan tertentu.
Kemudian,
menyatakan konsekuensi logis atau akibat dari semua perilaku yang sesuai atau
menyimpang dari kehendak Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Aspek-aspek yang dapat dikembangkan
dalam pendidikan islam adalah:
Ø Pengembangan pendekatan strategi
pembelajaran yang fleksibel dan tidak monoton;
Ø Pendekatan filosofis dalam pendidikan
islam dengan menumbuhkembangkan rasionalitas berpikir anak didik;
Ø Pendekatan dialogis dan interaksional;
Ø Pendekatan hermeneutik, sastra, dan
teaterikal;
Ø Pendekatan demokratis dalam pengembangan
wawasan dan wacana ilmu pengetehuan islam;
Ø Pendekatan tekstual dan kontekstual terhadap
pemaknaan dan pemahaman ilmu pendidikan islam;
Ø Pendekatan gramatikal dan semantik
terhadap berbagai unsur kata dalam kalimat-kalimat kependidikan;
Ø Pendekatan historis sebagai pola
penggalain makna khusus yang berlaku bagi umum;
Ø Pendekatan sosio-kultural, yang
memerhatikan situasi dan kondisi masyarakat dan kebudayaannya;
Ø Pendekatan ilmiah dengan mengutamakan
observasi dan uji validitas;
Menurut Nur Uhbiyati ,
pendekatan metodologis yang dinyatakan dalam
Al-Qur’an bersifat multi-approach
yang meliputi antara lain:
1.
Pendekatan
religius yang menitikberatkan pada pandangan bahwa manusia adalah makhluk yang
berjiwa religius dengan bakat-bakat keagamaan;
2.
Pendekatan
filosofis yang memandang bahwa manusia adalah makhluk rasional atau homo
rationale, sehingga segala sesuatu yang menyangkut pengembangannya didasarkan
pada kemampuan berpikirnya yang dapat dikembangkan sampai pada titik maksimal
perkembanganya;
3.
Pendekatan
sosio-kultural yang bertumpu pada pandangan bahwa manusia adalah makhluk yang
bermasyarakat dan berkebudayaan sehingga dipandang sebagai homo sosius dan homo
sapiens dalam kehidupan bermasyarakat dan berkebudayaan. Dengan demikian,
pengaruh lingkungan masyarakat dan perkembangan kebudayaannya sangat besar
artinya bagi proses pendidikan individualnya;
4.
Pendekatan
scientific yang titik beratnya terletak pada pandangan bahwa manusia meniliki
kemampuan menciptakan, berkemauan, dan merasa. Pendidikan harus dapat
mengembangkan kemampuananalitas-sintetis dan reflekstifdalam berpikir.
Pendekatan yang dikembangkan dalam pendidikan Islam
terhadap pesan-pesan Allah pada al-Qur’an dan as-Sunnah adalah sebagai berikut:
1.
Pengembangan
Metode Pendidikan dengan Pendekatan ‘Aqly Qurani
Metode pendidikan islam yang
memotivasi anak didik mengembangkan cara berpikir logis, sistematis, kritis,
dan rasionalistik. Metode pendidikan islam ini dikembangkan dengan didasarkan
pada ayat-ayat Al-Qur’an yang mengajak manusia untuk menggunakan akalnya dalam
memahami semua ciptaan Allah, melakukan observasi, melakukan penelitian
mendalam terhadap kejadian di masa lalu agar dijadikan pelajaran bagi kehidupan
manusia di masa kini dan masa yang akan datang. Akal harus dilatih dan diasah
dengan cara didorong oleh metode pendidikan agama islam yang mengutamakan
pendekatan rasional observatif. Ide dasar tersebut diambil dari pesan Allah
dalam surat Al-Hasyr ayat : 2
2. Pengembangan Metode Pendidikan Islam dengan
Pendekatan Qalby Qurani
Pendekatan
qalby qurani yang dimaksud adalah penguatan rasa dalam memahami berbagai
fenomena alam. Islam perlu dikembangkan dengan menelusuri kekuatan kalbu atau
kekuatan rasa. Karena jika hanya akal yang diperkuat dengan berbagai ilmu,
sedangkan hati atau rasa dibiarkan, akanterjadi ketidak seimbangan cara
berpikir yang akibatnya dapat melahirkan kerusakan di muka bumi.
Pendidikan
hati ini sangat penting karena berhubungan secara langsung dengan kepekaan diri
manusia terhadap lingkungannya. Pendidikan yang harus diarahkan pada hati
adalahdengan cara mengembangkan berbagai mata pelajaran yang berkaitan dengan
hati, misalnya ilmu tauhid, ilmu akhlak, atau tasawuf, dan seluruh ilmu
keislaman yang tidak dapat dilepaskan dari tujuan pendidikan islam, yakni
mewujudkan anak didik yang beriman dan bertakwa, cerdas, terampil, mandiri,
bertanggung jawab, dan memberi manfaat
pada kehidupannya di masyarakat. Metode pendidikan Islam yang
dikembangkan untuk memperlembut hati anak didik juga berkaitan secara langsung
dengan keteladanan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan,
mulai keluarga, masyarakat, para pendidik, dan pemerintah.
3.
Pengembangan Metode Pendidikan Islam dengan
Pendekatan Spiritual-Religius
Pendekatan spiritual-religius adalah
penggabungan metode ‘aqly qurani dan qalby qurani agar anak didik mau
mengamalkan semua perintah Allah SWT. Dan meninggalkan larangan-larangan-Nya.
Pendekatan ini dikembangkan agar kecerdasan yang dimaksudkan oleh tujuan
pendidikan adalah kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan
spiritual.
Dengan demikian, anak didik
benar-benar menjadi manusia yang seutuhnya, sebagaimana manusia definitif,
sebagaimana definisi tiga kategori islam yang pesrah kepada Allah SWT, yaitu:
a. Iman, yakni percaya da yakin yang
ditekadkan di dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan
perbuatan;
b. Islam,pasrah diri hanya tunduk dan
beribadah kepada Allah, tidak ada syirik dalam jiwa dan raga;
c. Ihsaan, beribadah kepada Allah seolah-olah
benar-benar melihat Allah. Meskipun ia tidak melihat-Nya, ia yakin bahwa Allah
melihat hamba-hamba-Nya.
Menurut Nur Uhbiyati , ada beberapa
jenis metode pendidikan yang sering digunakan dalam proses pembelajaran, yaitu
sebagai berikut:
§ Metode mutual education, Metode ini yaitu
suatu metode mendidik secara kelompok yang pernah dicontoh oleh Nabi. Misalnya,
dicontohkan Nabi sendiri dalam mengajarkan shalat dengan mendemontrasikan
cara-cara shalat yang baik.
§ Metode pendidikan dengan menggunakan cara
instruksional, Metode ini yaitu yang bersifat mengajar cita-cita orang yang
beriman dalam bersikap dan bertingkah laku agar mereka mengetahui bagaimana
seharusnya bersikap dan berbuat sehari-hari.
§ Metode pendidikan dengan bercerita, Metode
ini yaitu dengan mengisahkan peristiwa sejarah manusia masa lampau yang
menyangkut ketaatannya kemungkarannya dalam hidup terhadap perintah Tuhan yang
dibawakan oleh Nabi atau Rasul yang hadir ditengah mereka.
§ Metode bimbingan dan penyuluhan, Dalam
Al-Qur’an terdapet firman-firman Allah yang mengandung metode bimbingan dan
penyuluhan kaarena Al-Qyr’an diturunkan untuk membimbing dan menasihati manusia
sehingga dapat memperoleh kehidupan batin yang tenang, sehat, serta bebes dari
segala konflik kejiwaan. Dengan metode ini, manusia mampu mengatasi segala
bentuk kesulitan hidup yang dihadapi atas dasar iman dan ketakwaannya kepada
Allah SWT.
§ Metode pemberian contoh dan teladan,
Metode yang cukup besar pengaruhnya dalam pendidikan anak adalah metode
pemberian contoh dan teladan. Allah telah menunjukkan bahwa contoh keteladanan
dari kehidupan Nabi Muhammad SAW. Mengandung nilai pedagosis bagi manusia (para
pengikutnya) sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al- Ahzab ayat 21.
§ Metode Diskusi, Metode diskusi juga
dianjurkan oleh al-Qur’an dalm mendidik dan mengajar manusia dengan tujuan
lebih memantapkan pengertian dan sikap pengetahuan mereka terhadap suatu
masalah. Perintah Allah dalam hal ini adalah agar kita melakukan pendekatan
pendidikan dan dakwah secara filosofis, nasihat yang baik, dan melalui
perdebatan yang sportif. Surat an-Nahl ayat 125.
§ Metode Soal-Jawab, Metode soal-jawab
sering dipakai oleh para nabi dan rasul Allah dalam mengajarkan agama kepada
umatnya. Bahkan, para ahli pikir atau filsuf pun banyak mempergunakan metode
ini. Oleh arena itu, metode ini termasuk metode yang paling tua dalam dunia
pendidikan atau pengajaran di samping metode khotbah. Allah berfirman didalam
surat an-Nahl ayat 43.
§ Metode Imtsal (Pemberian Perumpamaan),
Mendidik dengan metode pemberian perumpamaan atau metode imtsaltentang kekuasaan
Tuhan dalam menciptakan hal-hal yang haq dan yang bathil. Allah berfirman
didalam surat ar-Ra’du ayat 17.
§ Metode Targhib dan Tarhib, Metode untuk
cara memebrikan pelajaran dengan memberi dorongan (motivasi) untuk memperoleh
kegembiraan bila mendapatkan keberhasilan dalam kebaikan, sedang bila ia tidak
berhasil karena tidak mau mengikuti petunjuk yang benar akan mendapat
kesusahan. Sebagaiman firman Allah didalam surat az-Zalzalah ayat 7-8.
·
Metode
Taubat dan ampunan, Metode cara membangkitakan jiwa dari rasa frustasi kepada
kesegaran hidup dan optimisme dalam belajar seseorang, dengan memberikan
kesempatan bertaubat dari kesalahan atau kekeliruan yang telah lampau yang
diikuti dengan pengampunan atas dosa dan kesalahannya. Allah berfirman didalam
surat an-Nisa’ ayat 110.
·
Metode
acquisition (self education), explanation, exposition (penyajian), yaitu
penyajian dengan disertai berbagai motivasi belajar, juga dapat ditemui dalam
al-Qur’an dan berbagai sabda nabi dengan tujuan yang sama yaitu agar manusia,
sebagai makhluk Tuhan, dan dengan kemampuan yang ada dalam dirinya bersedia
menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Dari uraian mengenai alat-alat dalam
pendidikan islam di atas, disimpulkan sebagai berikut :
1.
Alat dan metode artinya perangkat atau media yang di gunakan dalam
melaksanakan sesuatu. Sedangkan, alat dan metode pendidikan adalah media yang
dimanfaatkan untuk menyelenggarakan pendidikan dan proses pembelajaran.
2.
Macam-macam alat bantu dalam pendidikan islam : pembiasaan,
pengawasan, perintah, larangan, ganjaran, dan hukuman.
3.
Pengembangan pendidikan islam teoritis dilakukan dengan :
a)
Metode pendidikan demokratis, yaitu pendidikan yang dilakukan
dengan cara memberikan kemerdekaan kepada anak didik untuk menentukan pilihan
minat dan bakatnya.
b)
Pedidikan dengan hati nurani, yaitu menerapkan pendekatan simpatik
dan empati terhadap perkembangan intelektualitas anak didik dan pengalaman
pribadi yang diungkapkan anak didik kepada pendidiknya.
c)
Kebenaran baru diterima jika disampaikan secara logis dan
sistematis serta didasarkan kepada data yang akurat. Pendidikan dengan
pendekatan empiris, yaitu pengembangan metode pendidikan islam didasarkan pada
pengalaman para peridik.
d)
Pendidikan dengan pendekatan naturalistik, yaitu pengembangan
metode pendidikan islam yang didasarkan pada pengembangan anak didik.
e)
Pendidikan dengan pendekatan basyiran wanaziran, yaitu
membangkitkan segala hal yang menggembirakan anak didik, dan memberikan sesuatu
yang menimbulkan rasa takut atau melalui ancaman.
f)
Pendekatan keteladanan, yaitu pengembangan metode pendidikan islam
dengan contoh utama dari para pendidik sehingga anak didik meniru perilaku positif
yang bermanfaat bagi kemajuan intelektualitas dan kebaikan moralitasnya.
3.2
SARAN
Sebagai penyusun, kami merasa masih ada kekurangan dalam pembuatan makalah ini.
Oleh karena itu, kami mohon kritik dan saran dari pembaca. Agar kami dapat
memperbaiki makalah yang selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Saebani, Beni, Akhdiyat, Hendra. ILMU
PENDIDIKAN ISLAM 1. (Bandung: CV Pustaka)
Basri, Hasan, Ahmad Saebani, Beni. ILMU
PENDIDIKAN ISLAM. (Bandung: CV Pustaka Setia). 2010
Amirothulmaulidyana.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar