Desain APE untuk Aspek Perkembangan Anak Usia Dini
MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi tugas mata
kuliah :
Media Pembelajaran Anak Usia Dini (MP
AUD)
Semester 2
Dosen Pengampu :
Jazariyah, M.Pd.
Disusun oleh :
MITA
FEBRILIA PUTRI (2008108010)
MUCHAMMAD
NAJIICH (2008108019)
PENDIDIKAN
ISLAM ANAK USIA DINI
FAKULTAS ILMU
TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA
ISLAM NEGERI SYEKH NURJATI CIREBON
TAHUN 2021
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah
puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat,
kehendak, kekuatan, pertolongan dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah
ini. Solawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada baginda
Rasulullah SAW, keluarga dan para sahabat yang telah memberikan penerangan bagi
umat Islam.
Makalah dengan judul “Desain
Alat Pengembangan Edukatif untuk Aspek Perkembangan Anak Usia Dini ”
ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Media Pembelajaran Anak Usia Dini
(MP AUD) Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon. Penulis menyadari
bahwa dalam menyelesaikan makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu penulis menyampaikan terima kasih kepada seluruh rekan
satu kelompok yang telah bahu membahu dalam menyusun, menganalisis, serta
menyelesaikan makalah ini.
Penulis juga menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,
penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari pembaca
sehingga dapat menyempurnakan penulisan makalah ini.
Akhir kata,
semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak yang membutuhkan.
Cirebon, 10 Oktober 2021
Penulis
DAFTAR
ISI
B. Desain Alat Permainan Edukatif
C. Pengembangan Desain APE untuk Aspek Perkembangan AUD
1) APE untuk Meningkatkan Perkembangan Nilai Agama dan Moral
2) APE untuk Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus
3) APE untuk Meningkatkan Perkembangan Motorik Kasar
4) APE untuk Meningkatkan Perkembangan Bahasa
5) APE untuk Meningkatkan Perkembangan Sosial dan Emosional
6) APE untuk Meningkatkan Perkembangan Seni
7) APE untuk Meningkatkan Keterampilan Kemampuan Perkembangan Anak Usia Dini
BAB I
PENDAHULUAN
Dunia anak
adalah dunia bermain. Dengan bermain, anak akan memperoleh pelajaran yang
mengandung aspek perkembangan kognitif, sosial, emosi dan perkembangan fisik..
Bermain merupakan sarana untuk menggali pengalaman belajar yang sangat berguna
untuk anak. Bermain juga dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas
dan daya cipta, karena bermain adalah sumber pengalaman dan uji coba.
Bermain, dari
segi pendidikan adalah kegiatan permainan menggunakan alat permainan yang
mendidik serta alat yang bisa merangsang perkembangan aspek kognitif, sosial,
emosi, dan fisik yang dimiliki anak. Oleh karena itu, dari sudut pandang
pendidikan bermain sangat membutuhkan alat permainan yang mendidik. Dan alat
permainan yang mendidik inilah yang kita sebut dengan alat permainan edukatif
(APE).
Dunia pendidikan
tingkat kanak-kanak adalah sebuah dunia yang tidak terlepas dari bermain dan
juga berbagai alat permainan anak-anak. Salah satu lembaga pendidikan yang
berperan penting dalam proses pembelajaran dan peningkatan mutu dunia
pendidikan kanak-kanak adalah Taman Kanak-Kanak yang disingkat menjadi TK.
Sebagai sebuah taman tentu saja TK merupakan sebuah tempat belajar dan juga
bermain kanak-kanak yang memiliki berbagai sarana dan pra sarana untuk
mendukung terlaksanannya proses pembelajaran dengan baik dan berkualitas.
Secara umum
banyak para penyelenggara pendidikan TK dan guru TK yang berpendapat bahwa
memperoleh Alat Pendidikan Edukatif dengan cara membeli adalah lebih mudah dan ekonomis. Namun jika
para guru mau berkreasi dan berinovasi untuk menciptakan Alat Pendidikan
Edukatif dari barang-barang bekas maka tentu saja akan lebih ekonomis lagi.
Alat bermain
adalah segala macam sarana yang bisa merangsang aktifitas yang membuat anak
senang. Sedangkan alat permainan edukatif yaitu alat bermain yang dapat
meningkatkan fungsi menghibur dan fungsi mendidik. Artinya, alat permainan
edukatif adalah sarana yang dapat merangsang aktivitas anak untuk mempelajari
sesuatu tanpa anak menyadarinya, baik menggunakan teknologi modern maupun
teknologi sederhana bahkan bersifat tradisional.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa
Pengertian Desain ?
2.
Apa
Pengertian Desain Alat Permainan Edukatif ?
3.
Bagaimana
Pengembangan Desain APE untuk Aspek Perkembangan AUD ?
C.
Tujuan
penulisan
1.
Menjelaskan
Tentang Pengertian Desain
2.
Memahami
Desain Alat Permainan Edukatif
3.
Menjelaskan
Tentang Bagaimana Pengembangan Desain APE untuk Aspek Perkembangan AUD
BAB II
PEMBAHASAN
Desain APE untuk Aspek Perkembangan Anak Usia Dini
A.
Pengertian
Desain
Desain dalam sebuah istilah diambil dari kata design dalam
bahasa Inggris, yang berarti perencanan atau rancangan, persiapan. Herbert Simon mengertikan desain adalah
sebagai proses pemecahan masalah. Pendapat lain mengatakan arti desain adalah
proses perencanaan atau perancangan suatu objek yang bertujuan agar objek yang
diciptakan memiliki fungsi, memiliki nilai keindahan, dan berguna bagi manusia.
Pengertian desain dapat dilihat dari berbagai sudut pandang dan
konteks nya. Desain dapat diartikan sebagai suatu kreasi seni menu untuk
memenuhi kebutuhan tertentu dan cara tertentu pula. Desain juga dapat merupakan
pemecahan masalah dengan sesuatu target yang jelas, menurut Alexander desain
merupakan temuan unsur fisik yang paling objektif atau desain merupakan
tindakan dan inisiatif untuk mengubah karya manusia.
B.
Desain Alat
Permainan Edukatif
Desain tidak semata-mata rancangan di atas kertas, tetapi juga
proses secara keseluruhan sampai karya tersebut terwujud dan memiliki nilai. Desain
merupakan aktivitas praktis yang meliputi unsur-unsur ekonomi, sosial, teknologi,
dan budaya dalam berbagai dinamikanya. Dalam konteks ini desain yang dimasukkan
adalah desain produk yakni berupa APE. esain produk merupakan salah satu bidang
keilmuan yang terintegrasi dengan segala bentuk aspek kehidupan manusia dari
masa ke masa.Memadukan unsur khayal dan orientasi penemuan solusi untuk
berbagai masalah yang yang dihadapi manusia dengan menjembatani antara estetika
dan teknologi yang masing-masing berkarakter dinamis dan memiliki pola tertentu
dalam perkembangannya. Lingkup desain
produk dapat dikatakan hampir tidak terbatas. Ia melingkupi yang memungkinkan
untuk dipecahkan oleh suatu profesi atau kompetensi.
C.
Pengembangan Desain APE untuk Aspek Perkembangan AUD
Pendidik PAUD sebagai ujung tombak dan fasilitator dalam pembelajaran
di lembaga PAUD hendaknya memiliki pemahaman yang memadai dan menyeluruh mengenai
alat permainan dan pengembangannya yang digunakan untuk anak usia dini. Hal ini
karena alat permainan tersebut selain untuk memenuhi kebutuhan naluri
bermainnya juga sebagai sumber yang mutlak diperlukan untuk mengembangkan
seluruh aspek perkembangan anak usia dini. Aspek aspek tersebut meliputi aspek
moral, agama, sosial, emosi, kognitif, bahasa,
fisik
motorik, dan seni.
Semua
aspek perkembangan tersebut hendaknya dikembangkan
secara serempak dan bersamaan sehingga anak diharapkan lebih siap untuk
menghadapi dan mengikuti jenjang pendidikan yang lebih tinggi ke depannya.
1)
APE untuk
Meningkatkan Perkembangan Nilai Agama dan Moral
Salah satu
aspek yang harus dikembangkan di Pendidikan Anak Usia Dini adalah nilai agama
dan moral. Pendidikan nilai agama dan moral erat kaitannya dengan akhlak
seorang anak, sikap kesopanan dan kesantunan, kemauan melaksanakan ajaran dan
anjuran agama dalam kehidupan sehari-hari (Lestari, Anik: Jurnal pendidikan
anak usia dini,vol.8 No.2 Tahun 2014).
Lebih lanjut
Desmita mengungkapkan bahwa perkembangan moral adalah perkembangan yang
berkaitan dengan aturan dan konvensi mengenai hal yang harus dilakukan oleh
individu dalam interaksinya dengan sekitar. Menurutnya saat anak dilahirkan
tidak memiliki moral, tetapi dalam dirinya terdapat potensi moral yang siap
untuk dikembangkan. Pengalaman anak ketika berinteraksi dengan orang lain akan
memberikan pemahaman mengenai perilaku baik untuk dilakukan dan perilaku buruk
yang tidak boleh dilakukan.
Oleh karena
itu, perkembangan moral pada anak merupakan perubahan psikis yang
memungkinkannya dapat mengetahui perilaku baik yang harus dilakukan dan
perbuatan buruk yang harus dihindarinya berdasarkan norma-norma tertentu.
Berdasarkan deskripsi tersebut, perkembangan nilai agama dan moral adalah
perubahan psikis yang dialami oleh anak usia dini terkait kemampuannya dalam
memahami dan melakukan perilaku yang baik serta memahami dan menghindari
perilaku yang buruk berdasarkan ajaran agama yang diyakini (Toni Pransiska,
2015).
Kemudian
setidaknya ada tiga aspek yang harus dikembangkan dalam perkembangan nilai
agama dan moral pada anak usia dini yaitu sebagai berikut.
·
Aspek
Kognitif
·
Aspek
Afektif
·
Aspek
Perilaku
2)
APE untuk
Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus
Perkembangan
motorik berarti perkembangan pengendalian gerakan jasmaniah melalui kegiatan
pusat saraf, urat, sarar dan otot yang terkoordinasi. Pengendalian tersebut berasal
dari perkembangan refleksi dan kegiatan masa yang ada pada waktu lahir. Sebelum
perkembangan tersebut terjadi, anak tidak berdaya (Hurlock, 2008: 151). Dalam
ranah kajian perkembangan motorik, terdapat dua macam perkembangan motorik,
yakni perkembangan motorik halus dan kasar. Terlebih dahulu mari bahas
perkembangan motorik halus.
Perkembangan
motorik halus adalah gerakan terbatas dari bagian-bagian yang meliputi otot
kecil, terutama gerakan di bagian jari-jari tangan. Contohnva adalah menulis, menggambar,
memegang sesuatu (Hildayani, dkk., 2008:85). Pada masa ini, kemampuan anak
bergerak sudah semakin tinggi karena perkembangan fisik motoriknya serta
koordinasi saraf-sarafnya sudah semakin baik sehingga anak semakin kompeten
untuk berjalan, berlari, dan memanjat sesuatu.
Motorik halus
adalah gerakan yang hanya melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu saja dan
dilakukan oleh otot-otot kecil, seperti keterampilan menggunakan jari-jemari
tangan dan gerakan pergelangan tangan yang tepat sehingga gerakan ini tidak
memerlukan tenaga melainkan membutuhkan koordinasi mata dan tangan yang cermat.
3)
APE untuk
Meningkatkan Perkembangan Motorik Kasar
Motorik kasar
merupakan area terbesar perkembangan di usia batita yaitu diawali dengan
kemampuan berjalan, lari, lompat, kemudian melempar. Modal dasar untuk
perkembangan ini ada tiga dan berkaitan dengan sensoris utama yaitu
keseimbangan (vestibuler), rasa sendi (propirosepsl), dan raba (taktin) (Hasan,
M., 2009: 96). Kegiatan bermain yang dapat mengembangkan otot dan melatih
seluruh bagian tubuh anak adalah berupa permainan yang melibatkan fisik anak.
Bentuk permainan ini adalah bermain ayunan, perosotan, berialan di atas titian,
menggunting dan melipat-lipat kertas, serta bentuk permainan motorik lainnya.
Seorang anak yang aktif dan suka berlari-lari kecenderungannva memiliki
kecerdasan motorik yang sangat baik.
Piaget
berpendapat bahwa anak terlahir dengan kemampuan refleks, kemudian ia belajar
menggabungkan dua atau lebih gerak refleks yang pada akhirnya ia mampu mengontrol
gerakannya. Melalui bermain, anak belajar mengontrol gerakannya menjadi
terkoordinasi. Selain itu, bermain memungkinkan anak bergerak secara bebas
sehingga anak mampu mengembangkan motoriknya.
4)
APE untuk
Meningkatkan Perkembangan Bahasa
Bromley dalam
Ali mendefinisikan bahasa sebagai sistem simbol yang teratur untuk mentransfer
berbagai ide maupun informasi yang terdiri dari simbol-simbol visual maupun
verbal. Simbol-simbol visual tersebut dapat dilihat, ditulis, dan dibaca,
sedangkan simbol-simbol verbal dapat diucapkan dan didengar. Anak dapat
memanipulasi simbol-simbol tersebut dengan berbagai cara sesuai dengan
kemampuan berpikirnya (Noor Rohmad Ali, dkk., 2017:39).
Selain itu,
sejak usia dua tahun hingga empat tahun, anak sedang mengalami periode ledakan
bahasa. Setiap aspek berbahasa mulai berkembang secara cepat pada masa-masa
ini. Inilah masa-masa paling tepat untuk mempelajari bahasa lain, untuk menjadi
orang yang bilingual maupun multilingual (Meggit,C., 2013: 106).
Pada saat
bermain sambil belajar, anak dilatih mengemukakan jawaban, yang berarti anak
berlatih menggunakan bahasa untuk berkomunikasi ddi menyatakan ide atau
pikirannya. Dengan demikian, bermain akan melatih perkembangan bahasa anak
(Yulianti, D., 2010: 29).
Anak yang cerdas adalah anak yang mampu mengungkapkan perasaannya menyelesaikan masalahnya
dengan cara berkomunikasi secara baik. Untuk merangsang kemahiran berbahasa
anak-anaknya, orang tua perlu mendorong anaknya mengucapkan kata-kata. mereka
harus mengajaknya bicara dan memujinya bila ia mengucapkan kata-kata secara
betul. Orang tua juga harus bisa membacakan buku pada anaknya. Pada lingkungan
demikian perbendaharaan kata-kata anak akan berkembang. Ia akan mulai belajar
menyatakan perasaan dan keinginannya melalui bahasa. Ia menggunakan yang
menggunakan kata-kata sebagai alat berfikir.
5)
APE untuk
Meningkatkan Perkembangan Sosial dan Emosional
Perkembangan
sosial adalah tingkat jalinan interaksi anak dengan orang lain, mulai dari
orangtua, saudara, teman bermain, hingga masyarakat secara luas. Perkembangan
emosional adalah luapan perasaan ketika anak berinteraksi dengan orang lain. Dengan
demikian, perkembangan sosial emosional adalah kepekaan anak untuk memahami
perasaan orang lain ketika berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Jika
dilihat dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa perkembangan sosial
emosional tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Dengan kata lain, ketika
membahas perkembangan emosi harus bersinggungan juga dengan perkembangan sosial
anak. Demikian pula sebaliknya karena kedua ini terintegrasi dalam bingkai
kejiwaan yang utuh (Suryadi, 2009:109).
Menurut
Lawrence E Shapiro, emosi adalah kondisi kejiwaan manusia. Karena sifatnya psikos
atau kejiwaan, emosi hanya dapat dikaji melalui letupan-letupan emosional atau
gejala-gejala dan fenomena-fenomena, seperti kondisi sedih, gembira, gelisah,
benci dan sebagainya. Oleh karena itu, memberikan permainan untuk mengasah emosi
anak juga berbeda-beda. Mungkin, ada anak yang mengekspresikan kesedihan dengan
cara menangis. Namun, bagi anak yang lain, menangis dengan wajah murung dan
menyendiri. Demikian pula dengan kondisi sosial emosional lainnya.
6)
APE untuk
Meningkatkan Perkembangan Seni
Seni adalah hal
yang mendasar dalam pendidikan anak usia dini. Hal ini bukan berarti
mengesampingkan bidang pelajaran lain. Akan tetapi, rasanya tak ada program
bagi anak-anak yang bisa berhasil tanpa menekankan pada kesenian. Seni selalu
membuat anak merasa senang dan bahagla. Kenyataannya bahwa bahan-bahan seni itu
merangsang kreativitas anak secara beda-beda, seperti kata Dewey, bahwa
bahan-bahan itu membuat anak-anak berpikir. Barangkali, itu yang menjadi alasan
kenapa anak-anak mencintai seni (Mulyani, N., 2017:9).
Karena
ketertarikan anak pada seni, baik orang tua dan pendidik dapat melakukannya
dengan berbagai cara, seperti membawa benda-benda seni untuk dilihat dan
dibahas anak-anak. Cara lain adalah dengan memamerkan salinan dari beragam
hasil karya di sekeliling ruangan supaya anak dapat berimajinasi dan mengembangkan
kreativitasnya untuk melakukan hasil karya yang telah diamati atau dilihatnya.
Selain itu,
anak diajak untuk membahas seni dalam buku-buku anak guna memancing kemauan
anak untuk dapat menyenangi dunia kesenian pada usia dini. Anak memiliki
kemauan yang sangat agresif apabila sudah memiliki pemikiran untuk dapat
melakukan sesuatu. Hal tersebut dapat mengajak anak untuk mengumpulkan
benda-benda alami guna membuat suatu seni yang dilakukan secara kerja sama yang
akan disenangi anak yang tentunya disertai dengan bimbingan orang tua atau
pendidik di sekolahnya (Noor Rohmad Ali, dkk., 2017:44).
7)
APE untuk
Meningkatkan Keterampilan Kemampuan Perkembangan Anak Usia Dini
Pengembangan alat
permainan edukatif didefinisikan sebagai suatu cara maupun proses untuk
menciptakan dan mengembangkan alat permainan edukatif anak usia dini. Proses
pembuatan maupun pengembangan ini dapat dilakukan melalui cara ATM, yakni
amati, tiru, dan modifikasi. Selain itu, yang patut menjadi perhatian adalah
pengembangan ini harus ada tambahan nilai kegunaan, bukan sebaliknya
pengurangan nilai kegunaan. Jadi, pengembangan alat permainan edukatif
dimaksudkan sebagai upaya untuk menambah muatan- muatan pendidikan dalam alat permainan tersebut sehingga lebih
bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.
Istilah pengembangan dalam
bahasa Inggris disebut development. Dalam KBBI, pengembangan berarti suatu
cara, proses, atau perbuatan menjadikan sempurna. Definisi ini mengandung makna
bahwa dalam pengembangan terdapat proses menyempurnakan suatu produk tertentu
sehingga memiliki manfaat atau kegunaan yang lebih baik dari sebelumnya. Dalam
dunia penelitian, kata pengembangan sangat berhubungan dengan metode research
and development (R&D), yaitu suatu proses atau langkah-langkah untuk
mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada yang
dapat dipertanggungjawabkan (sukmadinata,2007:164).
Menurut Seels dan Richey
sebagaimana dikutip Punaji Setyosari, pengembangan dimaknai sebagai proses menerjemahkan
atau menjabarkan spesifikasi rancangan ke dalam bentuk fisik Artinya,
pengembangan lebih diarahkan pada membuat atau menciptakan sesuatu yang
direncanakan menjadi wujud yang lebih nyata.
Alat-alat
permainan yang dikembangkan memiliki berbagai fungsi dalam mendukung
penyelenggaraan proses belajar anak sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan
baik dan bermakna serta menyenangkan bagi anak. Fungsi-fungsi
tersebut adalah sebagai berikut.
·
Menciptakan
situasi belajar yang menyenangkan bagi anak dalam proses pemberian perangsangan
indikator kemampuan anak.
·
Menumbuhkan
rasa percaya diri dan membentuk citra diri anak yang positif.
·
Memberikan
stimulus dalam pembentukan perilaku dan pengembangan kemampuan dasar
·
Memberikan
kesempatan akun sosialisasi dan berkomunikasi dengan teman sebaya.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Alat Permainan
Edukatif (APE) merupakan seperangkat instrumen, baik merupakan metode atau cara
maupun perkakas yang digunakan seseorang dalam rangka mendidik anak dengan
menekankan konsep bermain sambil belajar. Dari sudut pandang orang tua atau
pendidik APE memilik arti yang sangat penting. Karena dapat membantu dan
memudahkan mereka dalam mendampingi proses pembelajaran pada anak usia dini.
Sedangkan dari sudut pandang anak-anak APE memiliki arti penting sebagai
berikut: dapat mengembangkan konsentrasi anak, dapat mengatasi keterbatasan
bahasa anak, dapat mendorong anak bersosialisasi, dapat menambah daya ingat dan pemahaman anak mengenai sesuatu.
B. Saran
Penelitian
diatas belumlah sempurna, hal ini masih sangat terbuka untuk diteliti melalui pendekatan
lainnya.
Demikian makalah ini penulis susun, penulis sadar bahwa dalam
penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan oleh karena itu penulis
mengharapkan berbagai macam kritik demi sempurnanya makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Alwi, Hasan. 2002. Kamus
Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Arifah
Ananda. Pengaruh Alat Permainan edukatif Terhadap Perkembangan Motorik
Halus Anak Di Kelompok B3 TK Aisyiyah V Palu, Jurnal Untad, Vol.4 Nomor 3
Tahun 2017.
Basyaruddin, Yosi, dan Abdillah Obid. 2004. Manhaj
pendidikan Anak Muslim. Jakarta Selatan: Mustaqim.
Ismail, Andang . 2007. Education Games:
Menjadi Cerdas dan Ceria dengan Permainan Edukatif. Yogyakarta: Pilar Media.
Martuti, A.2008. Mengelola PAUD
dengan Aneka Permainan Meraih Kecerdasan Majemuk. Yogyakarta: Kreasi
Wacana.
Musbikin, Imam. 2006. Mendidik Anak Kreatif ala einstein.
Yogyakarta: Pustaka pelajar.
Sigit Purnama, Yuli Salis Hijriyani, Heldanita. 2018. Perkembangan
Alat Permainan Edukatif Anak Usia Dini. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Soesanto, A. 2012. Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta:
Kencana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar