PERTUMBUHANDANPERKEMBANGANEMOSIONAL
SERTA INTELEKTUAL DI MASAPRENATAL
Oleh :
MUCHAMMAD NAJIICH
2008108019
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD) A
muchammadnajiich888@gmail.com
Abstrak
Perkembangan masa prenatal (pra kelahiran) dimulai pada masa pembuahan hingga
kelahiran, sekitar sembilan bulan. Selama fase ini, sebuah sel tunggal tumbuh menjadi
organisme lengkap dengan sebuah otak dan kemampuan berperilaku. Pada masa prenatal
tentunya janin dalam kandungan calon ibu mengalami pertumbuhan, baik mulai dari proses
pembuahannya sampai pada kelahiran. Masa prenatal adalah periode awal perkembangan
manusia yang dimulai sejak konsepsi, yaitu ketika ovum wanita dibuahi oleh sperma laki- laki
sampai dengan waktu kelahiran seorang individu. Pada periode ini terjadi perkembangan yang
relative singkat, namun pada periode inilah terjadi perkembangan yang sangat cepat dalam diri
individu. Masa prenatal merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan awal dalam
kehidupan manusia. Para ahli menyebutnya sebagai masa perubahan evolusi janin dalam
kandungan. Kondisi janin dalam kandungan sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan
hidupnya, yakni seberapa jauh ibunya memiliki taraf kesehatan, kebiasaan, dan perilaku yang
baik atau tidak. Hal ini penting untuk diperhatikan, karena akan berpengaruh pada
perkembangan janin dan berpengaruh pula pada tahap- tahap perkembangan emosi dan
intelektualnya.
Kata Kunci: Pertumbuhan, Perkembangan emosi dan Intelektual,di masa Prenatal
Abstrak
The development of the prenatal period (pre-birth) starts at the time of conception until birth, about
nine months. During this phase, a single cell grows into an organism complete with a brain and the
ability to behave. In the prenatal period, of course, the fetus in the womb of the prospective mother
will experience growth, both from the process of conception to birth. The prenatal period is the
initial period of human development starting from conception, when a woman's ovum is fertilized by
male sperm until the time of the birth of an individual. In this period there was a relatively short
development, but during this period there was a very rapid development in the individual. The
prenatal period is a process of growth and early development in human life. Experts call it a period
of changing fetal evolution in the womb. The condition of the fetus in the womb is very vulnerable to
the influence of its environment, namely to what extent the mother has a good level of health, habits
and behavior. This is important to note, because it will affect the development of the fetus and also
affect the stages of emotional and intellectual development.
Keywords: Growth, Emotional and Intellectual Development, in the Prenatal Period
PENDAHULUAN
Pertumbuhan dan perkembangan
pada mahluk hidup adalah sebuah
keniscayaan, artinya bahwa setiap
mahluk hidup mau tidak mau mesti
tumbuh dan berkembang, hal inilah yang
kemudian disebut dengan sunnatullah.
Manusia yang sejatinya adalah mahluk
hidup, mesti mengalami proses tumbuh
dan berkembang sebagaimana tumbuh-
tumbuhan dan binatang. Namun
demikian tumbuh dan berkembangnya
manusia memiliki perbedaan dengan
tumbuh-tumbuhan dan binatang, karena
manusia merupakan mahluk yang unik
dan memiliki daya potensi akal yang
diberikan Allah.
Dengan prinsip perkembangan
inilah manusia sedini mungkin mulai
dari masa konsepsi atau masa
pembuahan dalam rahim hingga masa
tua, harus dipersiapkan dengan matang
dan terencana agar tumbuh dan
berkembang menghasilkan manusia
yang potensial, manusia yang siap
pakai, manusia yang mampu
mengarungi kehidupan di abad modern
ini.
KAJIAN TEORI
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
MASA PRENATAL
Istilah pertumbuhan dan
perkembangan memiliki arti yang
berbeda, pertumbuhan diartikan dengan
growt yang berorientasi pada aspek
fisik seperti berat badan pertumbuhan
badan, bentuk tubuh, dan lain-lain,
sementara perkembangan
diterjemahkan dari istilah
developmental, yakni perkembangan
yang orientasinya pada faktor mental,
kejiwaan, atau psikologi.
3
Walaupun kedua istilah tersebut
berbeda, tetapi tetap memiliki
keterkaitan yang tidak bisa dipisahkan.
Sebagai contoh ketidak terpisahan dari
keduanya adalah ketika bertambahnya
umur seseorang, maka akan
mempengaruhi sikap psikologi yang
ditimbulkannya. Oleh karena itu
pertumbuhan dan perkembangan selalu
bersama dalam konteks kehidupan
manusia.
Pada pertengahan tahun 1940
dimulai untuk mengetahui segala
kejadian pada masa prenatal yang
sangat penting untuk dapat
memahami secara utuh pola
perkembangan yang normal. Masa
prenatal bukan saja merupakan periode
khusus dalam rentang kehidupan
manusia, tetapi juga merupakan
periode yang sangat menentukan.5
Sebelum adanya pengakuan dari
para tokoh psikologi barat terhadap
masa prenatal ini, tokoh psikologi timur
khususnya para tokoh psikologi Islam
telah lebih dulu menetapkan periode
prenatal ini sebagai periode awal
perkembangan individu. Beberapa ayat
Al-Qur’an dan Hadist Nabi, menjadi
landasan utama para psikologi Islam,
yang telah memberikan informasi
tentang dimulainya kehidupan manusia
sejak janjin berada dalam kandungan
ibunya. Dalam Al-Qur’an dan hadits
Nabi secara tidak langsung telah
disebutkan bahwa selama periode
prenatal ini individu tidak hanya
mengalami perkembangan fisik
melainkan juga mengalami
perkembangan psikologis.
Para ahli psikologi
perkembangan meyakini bahwa
kehidupan manusia dimulai dari
bertemunya sel sperma laki-laki dan
sel telur wanita. Sel sperma bergabung
dengan sel telur (ovum) dan
menghasilkan satu bentuk satu sel yang
telah dibuahi, yang disebut zygot
,nutfah. sperma dan sel telur dibuat oleh
sel-sel perkembangbiakan yang disebut
sel benih (germ cell). Sel-sel ini
mengandung 46 kromosom yang
didapatkan dari sperma ayah dan
ovum ibu yang dibentuk menjadi 23
pasang. Setiap satu kromosom terdiri
satu kromosom ayah dan satu
kromosom ibu.
Dalam pembuahan yang normal,
ovum berada dalam salah satu tabung
falopi yang bergerak dari satu ovarium
ke Rahim. Setelah satu sperma
memasuki ovum, permukaan ovum
langsung berubah sehingga tidak ada
lagi sperma yang dapat masuk. Bila satu
sperma telah menembus dinding ovum,
mka inti sel saling mendekat. Membaran
yang mengelilingi masing-masing
pecah, dan kedua inti bersatu.
Semua itu memperkuat anggapan
yang menyatakan bahwa perkembangan
dan kehidupan manusia dimulai dari
masa prenatal, yakni sejak terjadinya
pembuahan sel telur wanita dan sel
sperma laki-laki dan terbentuknya zigot.
KESIMPULAN
Kehidupan manusia secara biologis
dimulai pada saat konsepsi atau pembuahan,
yaitu bertemunya sel telur dan spermatozoa.
Secara psikologis kehidupan manusia dimlai
saat janin dalam kandungan mulai bereaksi
terhadap rangsang-rangsang dari luar.
Masa kehamilan merupakan masa yang
penting, karena dalam kehamilan terjadi
beberapa hal yang berefek pada perkembangan
janin selanjutnya. Periode prenatal yang
berlangsung selama 10 bulan lunar. Monks,
dkk. (1992) membagi periode prenatal menjadi
(1) fase germinal (waktu 2 minggu pertama).
(2) fase embrional (waktu 6-8 minggu
berikutnya), (3) fase fetal (mulai minggu ke-8
sampai saat dilahirkan).
Implikasi dalam bidang pendidikan, supaya
bayi yang dilahirkan sehat, maka ibu harus
merawatnya dengan baik dan membutuhkan
perawatan secara fisik dan psikis dan
menjauhkan dari bahaya-bahaya selama
kehamilan.
DAFTAR PUSTAKA
Allvanialista Ikalor, ‘Pertumbuhan dan
Perkembangan, Oleh: Allvanialista Ikalor
NIM: E1A012004’, Journal, 7 (2013), 1–
6.
Campbell, Don, 2002, The Mozart Effect
for Children Awaking Yaur Child’s
Mind, Healt and Creativity With
Music (Efek Mozart bagi Anak-anak
Meningkatkan Daya Pikir,
Kesehatan, dan Kreatifitas Anak
Melalui Musik), terj. AlexTri
Kentjonowidodo, Jakarta : Gramedia
Mubin dan Ani Cahyani, 2006, Psikologi
Perkembangan,Jakarta: PT. Ciputat
Press Group.
Prawira, Purwa Atmaja, 2012,
Psikologi Pendidikan dalam
Perspektif Baru, Yogyakarta: AR-
RUZZ
Salim, Ahmad Husen Ali, 2006, Terapi
Al-Qur’an, Jakarta: Penerbit Asta
Buana Sejahtera
Santrock.J.W., 2000. Perkembangan
Rentang Kehidupan. Jilid 1. Jakarta
: Penerbit Erlangga
CATATAN KAKI
1. Allvanialista Ikalor, ‘Pertumbuhan dan
Perkembangan, Oleh: Allvanialista
Ikalor NIM:
E1A012004’, Journal, 7 (2013), 1–6.
2. Syamsu Yusuf, 2007, Psikologi
Perkembangan Anak dan Remaja,
(Bandung: PT. Remaja Rosdakarya), 17.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar