Kamis, 03 Juni 2021

PERTUMBUHANDANPERKEMBANGANEMOSIONAL

 PERTUMBUHANDANPERKEMBANGANEMOSIONAL

SERTA INTELEKTUAL DI MASAPRENATAL


Oleh :


MUCHAMMAD NAJIICH

2008108019


Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD) A

muchammadnajiich888@gmail.com


Abstrak


Perkembangan masa prenatal (pra kelahiran) dimulai pada masa pembuahan hingga

kelahiran, sekitar sembilan bulan. Selama fase ini, sebuah sel tunggal tumbuh menjadi

organisme lengkap dengan sebuah otak dan kemampuan berperilaku. Pada masa prenatal

tentunya janin dalam kandungan calon ibu mengalami pertumbuhan, baik mulai dari proses

pembuahannya sampai pada kelahiran. Masa prenatal adalah periode awal perkembangan

manusia yang dimulai sejak konsepsi, yaitu ketika ovum wanita dibuahi oleh sperma laki- laki

sampai dengan waktu kelahiran seorang individu. Pada periode ini terjadi perkembangan yang

relative singkat, namun pada periode inilah terjadi perkembangan yang sangat cepat dalam diri

individu. Masa prenatal merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan awal dalam

kehidupan manusia. Para ahli menyebutnya sebagai masa perubahan evolusi janin dalam

kandungan. Kondisi janin dalam kandungan sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan

hidupnya, yakni seberapa jauh ibunya memiliki taraf kesehatan, kebiasaan, dan perilaku yang

baik atau tidak. Hal ini penting untuk diperhatikan, karena akan berpengaruh pada

perkembangan janin dan berpengaruh pula pada tahap- tahap perkembangan emosi dan

intelektualnya.

Kata Kunci: Pertumbuhan, Perkembangan emosi dan Intelektual,di masa Prenatal


Abstrak


The development of the prenatal period (pre-birth) starts at the time of conception until birth, about

nine months. During this phase, a single cell grows into an organism complete with a brain and the

ability to behave. In the prenatal period, of course, the fetus in the womb of the prospective mother

will experience growth, both from the process of conception to birth. The prenatal period is the

initial period of human development starting from conception, when a woman's ovum is fertilized by

male sperm until the time of the birth of an individual. In this period there was a relatively short

development, but during this period there was a very rapid development in the individual. The

prenatal period is a process of growth and early development in human life. Experts call it a period

of changing fetal evolution in the womb. The condition of the fetus in the womb is very vulnerable to

the influence of its environment, namely to what extent the mother has a good level of health, habits

and behavior. This is important to note, because it will affect the development of the fetus and also

affect the stages of emotional and intellectual development.

Keywords: Growth, Emotional and Intellectual Development, in the Prenatal Period


PENDAHULUAN

Pertumbuhan dan perkembangan

pada mahluk hidup adalah sebuah

keniscayaan, artinya bahwa setiap

mahluk hidup mau tidak mau mesti

tumbuh dan berkembang, hal inilah yang

kemudian disebut dengan sunnatullah.

Manusia yang sejatinya adalah mahluk

hidup, mesti mengalami proses tumbuh


dan berkembang sebagaimana tumbuh-

tumbuhan dan binatang. Namun


demikian tumbuh dan berkembangnya

manusia memiliki perbedaan dengan

tumbuh-tumbuhan dan binatang, karena

manusia merupakan mahluk yang unik

dan memiliki daya potensi akal yang

diberikan Allah.

Dengan prinsip perkembangan

inilah manusia sedini mungkin mulai

dari masa konsepsi atau masa

pembuahan dalam rahim hingga masa

tua, harus dipersiapkan dengan matang

dan terencana agar tumbuh dan

berkembang menghasilkan manusia

yang potensial, manusia yang siap

pakai, manusia yang mampu

mengarungi kehidupan di abad modern

ini.

KAJIAN TEORI

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

MASA PRENATAL

Istilah pertumbuhan dan

perkembangan memiliki arti yang

berbeda, pertumbuhan diartikan dengan

growt yang berorientasi pada aspek

fisik seperti berat badan pertumbuhan

badan, bentuk tubuh, dan lain-lain,

sementara perkembangan

diterjemahkan dari istilah

developmental, yakni perkembangan

yang orientasinya pada faktor mental,

kejiwaan, atau psikologi.

3


Walaupun kedua istilah tersebut

berbeda, tetapi tetap memiliki

keterkaitan yang tidak bisa dipisahkan.

Sebagai contoh ketidak terpisahan dari

keduanya adalah ketika bertambahnya

umur seseorang, maka akan

mempengaruhi sikap psikologi yang

ditimbulkannya. Oleh karena itu

pertumbuhan dan perkembangan selalu

bersama dalam konteks kehidupan

manusia.

Pada pertengahan tahun 1940

dimulai untuk mengetahui segala

kejadian pada masa prenatal yang

sangat penting untuk dapat

memahami secara utuh pola

perkembangan yang normal. Masa

prenatal bukan saja merupakan periode

khusus dalam rentang kehidupan

manusia, tetapi juga merupakan

periode yang sangat menentukan.5

Sebelum adanya pengakuan dari

para tokoh psikologi barat terhadap

masa prenatal ini, tokoh psikologi timur

khususnya para tokoh psikologi Islam

telah lebih dulu menetapkan periode

prenatal ini sebagai periode awal

perkembangan individu. Beberapa ayat

Al-Qur’an dan Hadist Nabi, menjadi

landasan utama para psikologi Islam,

yang telah memberikan informasi

tentang dimulainya kehidupan manusia

sejak janjin berada dalam kandungan

ibunya. Dalam Al-Qur’an dan hadits

Nabi secara tidak langsung telah

disebutkan bahwa selama periode

prenatal ini individu tidak hanya

mengalami perkembangan fisik

melainkan juga mengalami

perkembangan psikologis.

Para ahli psikologi

perkembangan meyakini bahwa

kehidupan manusia dimulai dari

bertemunya sel sperma laki-laki dan

sel telur wanita. Sel sperma bergabung

dengan sel telur (ovum) dan


menghasilkan satu bentuk satu sel yang

telah dibuahi, yang disebut zygot

,nutfah. sperma dan sel telur dibuat oleh

sel-sel perkembangbiakan yang disebut

sel benih (germ cell). Sel-sel ini

mengandung 46 kromosom yang

didapatkan dari sperma ayah dan

ovum ibu yang dibentuk menjadi 23

pasang. Setiap satu kromosom terdiri

satu kromosom ayah dan satu

kromosom ibu.

Dalam pembuahan yang normal,

ovum berada dalam salah satu tabung

falopi yang bergerak dari satu ovarium

ke Rahim. Setelah satu sperma

memasuki ovum, permukaan ovum

langsung berubah sehingga tidak ada

lagi sperma yang dapat masuk. Bila satu

sperma telah menembus dinding ovum,

mka inti sel saling mendekat. Membaran

yang mengelilingi masing-masing

pecah, dan kedua inti bersatu.

Semua itu memperkuat anggapan

yang menyatakan bahwa perkembangan

dan kehidupan manusia dimulai dari

masa prenatal, yakni sejak terjadinya

pembuahan sel telur wanita dan sel

sperma laki-laki dan terbentuknya zigot.


KESIMPULAN

Kehidupan manusia secara biologis

dimulai pada saat konsepsi atau pembuahan,

yaitu bertemunya sel telur dan spermatozoa.

Secara psikologis kehidupan manusia dimlai

saat janin dalam kandungan mulai bereaksi

terhadap rangsang-rangsang dari luar.

Masa kehamilan merupakan masa yang

penting, karena dalam kehamilan terjadi

beberapa hal yang berefek pada perkembangan

janin selanjutnya. Periode prenatal yang

berlangsung selama 10 bulan lunar. Monks,

dkk. (1992) membagi periode prenatal menjadi

(1) fase germinal (waktu 2 minggu pertama).

(2) fase embrional (waktu 6-8 minggu

berikutnya), (3) fase fetal (mulai minggu ke-8


sampai saat dilahirkan).

Implikasi dalam bidang pendidikan, supaya

bayi yang dilahirkan sehat, maka ibu harus

merawatnya dengan baik dan membutuhkan

perawatan secara fisik dan psikis dan

menjauhkan dari bahaya-bahaya selama

kehamilan.

DAFTAR PUSTAKA

Allvanialista Ikalor, ‘Pertumbuhan dan

Perkembangan, Oleh: Allvanialista Ikalor

NIM: E1A012004’, Journal, 7 (2013), 1–

6.

Campbell, Don, 2002, The Mozart Effect

for Children Awaking Yaur Child’s

Mind, Healt and Creativity With

Music (Efek Mozart bagi Anak-anak

Meningkatkan Daya Pikir,

Kesehatan, dan Kreatifitas Anak

Melalui Musik), terj. AlexTri

Kentjonowidodo, Jakarta : Gramedia

Mubin dan Ani Cahyani, 2006, Psikologi

Perkembangan,Jakarta: PT. Ciputat

Press Group.

Prawira, Purwa Atmaja, 2012,

Psikologi Pendidikan dalam


Perspektif Baru, Yogyakarta: AR-

RUZZ


Salim, Ahmad Husen Ali, 2006, Terapi

Al-Qur’an, Jakarta: Penerbit Asta

Buana Sejahtera

Santrock.J.W., 2000. Perkembangan

Rentang Kehidupan. Jilid 1. Jakarta

: Penerbit Erlangga

CATATAN KAKI

1. Allvanialista Ikalor, ‘Pertumbuhan dan

Perkembangan, Oleh: Allvanialista

Ikalor NIM:

E1A012004’, Journal, 7 (2013), 1–6.

2. Syamsu Yusuf, 2007, Psikologi

Perkembangan Anak dan Remaja,

(Bandung: PT. Remaja Rosdakarya), 17.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar