Kamis, 03 Juni 2021

Artikel

KEMENTERIAN AGAMA RI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SYEKH NURJATI
CIREBON
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI
Alamat: Jl. PerjuanganBy Pass SunyaragiTelp. (0231) 481264 Faks. (0231) 489926 Cirebon 45132
Website:web.iaincirebon.ac.idE-mail:info@iaincirebon.ac.id
Oleh :
Nama : Muchammad Najiich
Semester/Kelas : 2/A
muchammadnajiich888@gmail.com
MEMPERKUAT AQIDAH SESEORANG KEPADA ALLAH SWT
Abstrak
Sesuai dengan penafsiran terhadap Qur’an Surat Luqman ayat 13 maka setelah dikaji
lebih lanjut ada beberapa hal yang sangat mendasar, yaitu bahwa agar setiap manusia
istiqomah dalam keimanannya, maka diperlukan pendidikan keimanan, yang tujuannya adalah
untuk memantapkan keimanan. Strategi Guru akidah akhlak sangatlah di harapkan untuk
meningkatkan motivasi belajar peserta didiknya, Karena dengan strategi yang efektif dan
efesien yang di sesuaikan dengan kebutuhan peserta didik akan meningkatkan motivasi belajar
peserta didik menjadi lebih baik lagi.
Kata kunci: Pendidikan Aqidah
Abstract
In accordance with the interpretation of the Qur'an Surah Luqman verse 13, after
further study there are some very basic things, namely that so that every human being
istiqomah in his faith, faith education is needed, the aim of which is to strengthen faith. The
strategy of teachers of moral aqidah is expected to increase the learning motivation of their
students, because with an effective and efficient strategy that is adjusted to the needs of
students, it will increase the learning motivation of students for the better.
Keywords: Aqidah Education
ARTIKEL ILMIAH
PEMBAHASAN
Dalam Qur’an Surat Luqman ayat 13
وَإِذْ قَال َ ُلقْمََٰنُِلِْبن ۦِهِ وَه ُوَ َيعِظ ۥُه ُ ََٰيبُنَىَّ َلَ
ُتشْرِكْ بِٱَّللَّ ِۖ إِن َّ ٱلشِرْكَ َلظُْلمٌ عَظِيمٌ
“ Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran
kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya
mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
Tafsir Quran Surat Luqman Ayat 13 Ingatlah (wahai Rasul) nasihat Luqman kepada
putranya saat dia menasihatinya, “Wahai anakku, janganlah mempersekutukan sesuatu dengan
Allah, karena dengan itu kamu menzhalimi dirimu, sesungguhnya syirik benar-benar perbuatan
dosa yang paling besar dan paling buruk.”
Sesuai dengan penafsiran terhadap Qur’an Surat Luqman ayat 13 maka setelah dikaji
lebih lanjut ada beberapa hal yang sangat mendasar, yaitu bahwa agar setiap manusia istiqomah
dalam keimanannya, maka diperlukan pendidikan keimanan, yang tujuannya adalah untuk
memantapkan keimanan. Kalimat ini mengandung nilai pendidikan, yaitu karena pendiidikan
tersebut mampu mengarahkan manusia kejalan yang benar, maka setiap manusia hendaklah
menjadikan keimanannya sebagai pegangan hidup dalam memantapkan keimanan, sehingga
keimanannya akan semakin kokoh dan kuat.
Dalam Pendidikan Berbasis Aqidah, penanaman Aqidah harus mendapatkan perhatian
besar dari para guru. Menanamkan ke dalam jiwa anak tentang ke-Esaan Allah SWT, dan
menjauhkan mereka dari perbuatan syirik. Ini dilakukan dengan menunjukkan dalil-dalil logis
dan bukti-bukti yang masuk akal bagi anak-anak tentang keberadaan Allah. Di samping
mengenalkan kekuasaan Allah SWT, anak-anak juga dapat diajarkan Rukun Iman lainnya.
Keyakinan kepada malaikat-malaikat Allah serta tugas mereka masing-masing. Keyakinan
kepada Rasul-rasul Allah, khususnya Nabi Muhammad SAW, keyakinan terhadap Kitab-kitab
Allah dan menanamkan cinta kepada Alquran, keyakinan kepada Hari Kiamat agar selalu
berbuat baik, karena akan adanya pembalasan bagi orang yang ingkar kepada Allah, serta
keyakinan akan Takdir yang telah ditetapkan oleh Allah terhadap makhluknya.

Hakikat ibadah, sebagaimana yang telah diperbincangkan di awal bab ini adalah
menaati ajaran Allah SWT. dalam nuansa ketauhidan dengan penuh kerendahan hati. Apakah
manusia mengira mereka dibiarkan hanya berkata “kami beriman” sebelum diuji. Ungkapan
itu pada hakikatnhya bukan bertanya tetapi mengingkari, artinya, sepantasnya manusia jangan
menganggap, bahwa keberimanannya cukup hanya dengan berkata saya beriman padahal ia
sebelum diuji.
Keabsaha iman seseorang mesti dapat ditandai, diukur atau dinilai dengan indikator
yang telah ditentukan yaitu berupa kesabaran atas apa saja yang menimpa dirinya. Allah telah
memberikan penilaian dan pengukuran terhadap iman orang-orang terdahulu melalui cobaan
atauujian yang Dia berikan kepada mereka. Dengan pengukuran tersebut, maka benarbenar
dapat diketahui dan dibedakan antara orang yang benar-benar beriman dengan yang tidak.
Daftar Pustaka
Di kutip dari link video berikut ini :
1.
https://youtu.be/ny_6emlT19I
2. https://youtu.be/4XQDcXcHYZc
Cirebon, 1 Juni 2021
Yang membuat artikel,
( Muchammad Najiich )

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar